Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Pandemi ikut berdampak pada momen perayaan malam tahun baru. Kabupaten Banyuwangi melarang warganya melakukan kerumunan massa ketika malam pergantian tahun 2021. Tujuannya, mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan momen libur Natal dan tahun baru 2021berbeda dengan sebelumnya. Karena dalam suasana pandemi. Pihaknya meminta tim penanggulangan Covid-19 daerah merumuskan aturan tegas terkait pelarangan kerumunan massa pada momen pergantian tahun.

“Nanti bisa dirumuskan lebih detail larangan kerumunan massa di momen libur Natal dan tahun baru. Aturan pelarangan kerumunan tersebut nantinya tidak hanya berlaku di momen libur Nataru, tapi terus berlanjut, selama masih dalam masa pandemi,” kata Bupati Anas, Jumat (18/12) siang.

Sementara itu, Kapolresta Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, mendukung pelarangan kerumunan pada momen akhir tahun. Apalagi, Banyuwangi baru saja masuk dalam zona merah.  Kasus Covid 19 kembali meningkat. Bahkan, Kapolresta mengusulkan setiap tamu yang datang ke hotel, restoran atau kafe di Banyuwangi bisa menunjukkan hasil swab atau rapid tes antigen.

Sehingga, memastikan terhindar dari virus Covid 19. “Negara terus melakukan upaya antisipatif mencegah meningkatnya kasus Covid, tentunya daerah harus mendukung upaya ini yang bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing,” tegasnya.

Terpisah, Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Yuli Eko meminta operasi yustisi protokol kesehatan kembali digalakkan lebih masif. Mulai kabupaten hingga desa. Bahkan pihaknya meminta sanksi yang diberikan bisa lebih tegas. Sehingga menimbulkan efek jera bagi warga agar tidak melanggar protokol kesehatan.

“Contohnya seperti sanksi yang diberikan kalau pengendara motor tidak memakai helm. Dulu masyarakat juga susah disuruh tertib pakai helm, namun karena sanksinya tegas sekarang semua sudah tertib. Ini bisa juga dilakukan agar warga mematuhi prokes,” pungkasnya. (wir)