Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Seorang mami muncikari prostitusi berkedok rumah karaoke di Sidoarjo dibekuk polisi karena menjajakan purel atau pemandu lagu kepada pria hidung belang. Selain menemani karaoke, tersangka juga menawarkan wanita pemandu untuk berhubungan badan di tempat karaoke dengan harga Rp 1.500.000 sekali booking.

Masa pandemi, tak membuat bisnis esek-esek di Sidorajo menurun. Meski pandemi, bisnis prostitusi berkedok rumah karaoke di kota udang ini justru menjamur. Unit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim merilis penangkapan seorang wanita muncikari berinisial SM warga Sidoarjo. Ia ditangkap lantaran melakukan tindak pidana mempermudah perbuatan cabul dan memperjualbelikan wanita pemandu lagu di rumah karaoke kepada pria hidung belang.

Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, AKBP Nasrun Pasaribu, menyatakan, peristiwa ini terjadi pada Kamis (15/12) lalu di tempat hiburan Yayang Kafe and Resto di Jalan Mojopahit Sidoarjo. “Modus, operandinya tersangka menawarkan pemandu lagu kepada tamu yang bisa memberikan layanan hubungan intim layaknya suami istri di dalam room karaoke dengan harga Rp 1.500.000,” katanya.

Nahas, praktek prostitusi ini sudah diendus polisi dan langsung melakukan penggerebekan. Saat digerebek, polisi mendapati pemandu lagu sedang melakukan hubungan intim dengan pria hidung belang tanpa memakai celana dalam.

Selain tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa BH, celana dalam tamu dan pemandu lagu serta uang tunai sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah. Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara. (feri/stv)