Bojonegoro, (bisnissurabaya.com) – Menjalani kehidupan dibalik jeruji besi, tidak menyurutkan niat sejumlah warga binaan lembaga pemasyarakatan/Lapas kelas II-A Kabupaten Bojonegoro, untuk produktif dan berkarya. Salah satunya, belajar membatik didalam lingkungan Lapas.

Kegiatan membatik ini diberikan agar warga binaan yang sudah bebas dan keluar dari lapas memiliki bekal berwirausaha sesuai dengan keterampilan masing-masing.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II-A Bojonegoro, berupaya meningkatkan ketrampilan dan kemandirian warga binaannya. Salah satunya, dengan memberikan pelatihan membatik.

Meski saat ini mereka sedang menjalani masa tahanan, warga binaan diberikan kesempatan untuk berkreasi melalui batik, agar keahlian membatik yang didapat dari pelatihan bisa digunakan pada saat warga binaan keluar dari tahanan. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Bojonegoro, Edy Saryanto, mengungkapkan, saat ini setidaknya ada 20 orang warga binaan yang sudah mampu membatik atau memiliki skill dan keterampilan membatik. Baik itu, batik cap maupun batik tulis.

Keahlian mereka ini, diperoleh dari hasil pelatihan khusus yang digelar pihak lapas, bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Bojonegoro, didukung tenaga pengajar dan fasilitas yang lengkap untuk memberikan pelatihan membatik.

Yang cukup menggembirakan, hasil karya batik warga binaan lapas Bojonegoro ini ternyata banyak diminati masyarakat.

Bahkan, batik hasil karya warga binaan lapas bojonegoro banyak dipesan instansi lain dalam bentuk kain sebagai oleh-oleh. Namun, ada juga yang memesan dalam bentuk jadi atau baju batik. (mulyanto/stv)