(bisnissurabaya.com) – Tenaga medis yang wafat akibat Covid-19 terus bertambah. Berdasarkan data dari Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia/IDI sejak Maret hingga pertengahan Desember ini, terdapat 369 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi Covid. Jumlah itu terdiri dari 202 dokter dan 15 dokter gigi, dan 142 perawat.

Penegasan itu dikemukakan Ketua Tim Mitigasi PB IDI, dr M Adib Khumaidi, SpOT., di Jakarta Selasa (15/12) siang. Ia menjelaskan, kenaikan jumlah kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan ini merupakan salah satu dampak dari peningkatan jumlah penderita Covid baik yang dirawat maupun yang OTG (Orang Tanpa Gejala).

Pemilihan Kepala Daerah/Pilkada yang baru saja selesai juga menjadi potensi fluktuasi naiknya angka penularan Covid. “Kami menghinbau masyarakat dan kepalandaerah serta pendukungnya untuk menghindari proses aktifitas yang melibatkan berkerumunnya massa. Dan bagi setiap orang untuk memeriksakan kesehatannya apabila terdapat gejala, dan melakukan testing meskipun juga tanpa gejala,” kata Adib, yang juga menjabat Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia/PDEI ini.

Tim Mitigasi IDI berharap, para pemimpin daerah yang terpilih untuk memprioritaskan penanganan Pandemi Covid dengan meningkatkan upaya preventif dan kemampuan layanan fasilitas kesehatan seraya melindungi para tenaga medis dan kesehatan.

Tim Mitigasi IDI juga menghimbau masyarakat agar meski vaksin Covid sudah tersedia, namun untuk perlindungan maksimal maka setiap orang harus tetap menjalankan protokol kesehatan karena situasi penularan Covid di Indonesia saat ini sudah tidak terkendali.

Menurut dia, tingginya lonjakan pasien Covid serta angka kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi peringatan kepada kita semua untuk tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan (3M). Dengan mengabaikan protokol kesehatan, maka Anda tidak hanya mengorbankan keselamatan diri sendiri namun juga keluarga dan orang terdekat termasuk orang di sekitar. Pandemi ini akan berlalu dengan kerjasama seluruh pihak.

Dr Drg Sri Hananto Seno, SpBM(K), MM, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menghimbau masyarakat agar memperhatikan kebersihan gigi dan mulutnya untuk menghindari penularan Covid. “Selain menjaga imunitas tubuh, perlu diperhatikan juga kebersihan mulut dan gigi terutama mengingat penularan utama Covid adalah melalui droplet atau cairan dari mulut. Tetap gunakan masker baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, rajin mencuci tangan, dan jaga jarak,” ingatnya.

Harif Fadhilah, S.Kp, SH, M.Kep, MH selaku Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menjelaskan bahwa berdasarkan data, selain perawat yang bertugas di Rumah Sakit, para petugas kesehatan (perawat) yang bertugas di Puskesmas merupakan yang gugur terbanyak kedua.

Hal ini menandakan bahwa Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama masih memiliki perlindungan yang kurang memadai bagi tenaga kesehatan. “Kami berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Dinas Kesehatan daerah setempat yang bertanggung jawab terhadap pelayanan Puskesmas juga meningkatkan perlindungan di fasilitas kesehatan tersebut dengan menyediakan Alat Pelindung Diri/APD dengan jumlah yang memadai serta perlengkapan fasilitas lainnya untuk mengatasi jumlah lonjakan pasien covid yang saat ini banyak terjadi di hampir semua wilayah di Indonesia,” tegas Harif.

Adapun para dokter yang wafat, kata Adib, terdiri dari 107 dokter umum (4 guru besar), dan 92 dokter spesialis (7 guru besar), serta 2 residen, dan 1 dalam verifikasi yang keseluruhannya berasal dari 24 IDI Wilayah (provinsi) dan 92 IDI Cabang (Kota/Kabupaten). Adapun kematian tenaga medis dari masing-masing proivinsi sebegai berikut.

Jawa Timur 41 dokter, 2 dokter gigi, dan 40 perawat. DKI Jakarta 32 dokter, 5 dokter gigi dan 21 perawat. Sumatra Utara 24 dokter dan 3 perawat. Jawa Barat 19 dokter, 4 dokter gigi, dan 19 perawat. Jawa Tengah 21 dokter dan 21 perawat, Sulawesi Selatan 7 dokter dan 3 perawat, Banten 7 dokter dan 2 perawat, Bali 6 dokter.

Sementara di Aceh 6 dokter dan 2 perawat, Kalimantan Timur 5 dokter dan 3 perawat, Riau 5 dokter, Di Yogyakarta 6 dokter dan 2 perawat, Kalimantan Selatan 4 dokter, 1 dokter gigi, dan 6 perawat, Sumatra Selatan 4 dokter dan 5 perawat, Kepulauan Riau 3 dokter dan 2 perawat, Sulawesi Utara 3 dokter, Nusa Tenggara Barat 2 dokter dan 1 perawat, Sumatra Barat 1 dokter, 1 dokter gigi, dan 2 perawat, Kalimantan Tengah 1 dokter dan 2 perawat, Lampung 1 dokter dan 1 perawat,Maluku Utara 1 dokter dan 1 perawat, Bengkulu 1 dokter, Sulawesi Tenggara 1 dokter dan 2 dokter gigi,Papua Barat 1 dokter, Papua 2 perawat, Nusa Tenggara Timur 1 perawat, Kalimantan Barat 1 perawat, serta DPLN (Daerah Penugasan Luar Negeri) Kuwait 2 perawat.

Karena itulah, Tim Mitigasi IDI menghimbau pemerintah pusat dan daerah harus memprioritaskan penanganan covid dengan meningkatkan fasilitas kesehatan. Aktifitas masyarakat yang berkerumun tidak hanya berdampak pada melonjaknya penderita covid, namun, juga kematian tenaga medis dan kesehatan. Menghimbau agar dalam kehidupan adaptasi baru ini, masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dan menghindari aktifitas yang melibatkan kerumunan.

Menghimbau masyarakat agar meski vaksin Covid sudah tersedia, namun untuk perlindungan maksimal maka harus tetap juga menjalankan protokol kesehatan. Serta menghimbau para tenaga medis dan kesehatan agar tetap waspada dan tetap menggunakan APD dalam menjalankan tugas. (bw)