Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Pandemi berdampak besar bagi jasa penyeberangan. Libur Natal dan tahun baru 2021, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku operator penyeberangan di Indonesia memprediksi terjadi penurunan penumpang selama libur tahunan ini. Meski begitu, ASDP tetap memperketat protokol kesehatan (prokes) di era new normal.

Salah satunya, pembatasan jumlah penumpang kapal. Sehingga, para pengguna jasa penyeberangan bisa merasa aman dan nyaman. Prediksi dari PT ASDP, saat libur Natal dan tahun baru mendatang, kendaraan roda dua yang menyeberang di pelabuhan Ketapang – Gilimanuk mencapai 151.000 unit.

Jumlah ini turun sekitar 28 persen dibandingkan tahun 2019. Sedangkan roda empat,diperkirakan mencapai 167.000 unit, turun sekitar 16 persen dari tahun lalu. “Pandemi memang berdampak pada jumlah penumpang. Kita prediksi turun. Meski begitu, berbagai persiapan sarana dan prasarana sudah kita lakukan. Baik di pelabuhan maupun kapal, khususnya protokol kesehatan di masa adaptasi new normal,” kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi kepada bisnissurabaya.com, Selasa (15/12) pagi.

Dijelaskan, pada era new normal, ada 10 titik layanan penyeberangan yang mendapat perhatian khusus selama libur Natal dan tahun baru. Dari 10 titik ini, dua diantaranya yang terpadat. Masing-masing, Ketapang – Gilimanuk (Jawa – Bali) dan Merak – Bakahueni (Banten – Lampung).

Dari keduanya, di masa pandemi, jumlah penumpang diperdiksi sama-sama turun. Layanan angkutan Natal dan tahun baru ditandai dengan pembuatan posko, mulai 18 Desember (H-7) hingga 4 Januari 2021 (H+10).

“Kami melakukan pemantauan khusus di 10 lintasan penyeberangan. Targetnya, bisa melayani 2,17 juta penumpang, 152.000 unit kendaraan roda dua dan 449.000 roda empat. Tentunya, dengan menerapkan standar protokol kesehatan new normal,” jelas Ira.

Protokol kesehatan yang diterapkan, mulai penyemprotan disinfektan di ruang publik kapal, cek suhu tubuh penumpang, pengaturan jarak di kapal hingga penyediaan tempat cuci tangan serta hand sanitizer.

  “Jumlah penumpang kapal juga dibatasi, maksimal 50 persen dari kapasitas kapal,” jelasnya. Untuk memastikan tiket penumpang, ASDP menerapkan proses screening (stopper) di sejumlah titik menuju pelabuhan. Jalur Ketapang, di Terminal Sritanjung, sedangkan wilayah Gilimanuk di terminal Cargo Cekik. (wir)