Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Salah satu vaksin Covid-19 yang dipesan Indonesia, sudah tiba 6 Desember lalu. Pemerintah sedang menyiapkan rencana untuk melakukan penyuntikan vaksin ini, sembari tetap dilakukan uji klinis terlebih dahulu.

Meski demikian, Pakar Epidemiologi Unair, Windhu Purnomo, mengatakan, masyarakat agar tetap menggunakan protokol kesehatan, untuk mencegah penularan virus. Sekitar 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 coronavac yang dikembangkan perusahaan Tiongkok, Sinovac, sudah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12) lalu. Vaksin Covid-19 buatan Sinovac sendiri, terbuat berdasarkan versi virus Corona Sars-Cov-2 yang tidak aktif. “Indonesia, saat ini sedang melakukan uji klinis, terhadap kelayakan vaksin,” kata Windhu, di Surabaya Senin (14/12) siang.

Ia mengatakan, vaksin tersebut adalah harapan yang baik. Meski vaksin adalah salah satu cara pencegahan penyebaran virus. Namun, selain vaksin yang paling penting menurut Windhu, adalah melaksanakan 3M. Yaitu, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Hal ini mutlak dilakukan, untuk dapat mencegah penyebaran dan mengendalikan virus.

Windhu, menambahkan, jika hanya mengandalkan vaksin berarti 70 persen dari jumlah penduduk di Indonesia harus divaksin. Itu berarti, ada sekitar 190 juta orang, dari total penduduk. Yakni, 270 juta orang yang harus divaksin. Menurut Windhu, setiap bulan pemerintah hanya bisa memberi vaksin kepada 14 juta orang. Hal itu, membutuhkan waktu sekitar 15 bulan, untuk dapat memvaksin 190 juta orang di Indonesia. (bw)