Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah/Pilkada serentak usai sudah. Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga Surabaya, Windhu Purnomo, menilai pelaksanaan protokol kesehatan di Tempat Pemilihan Suara/TPS sudah bagus. Namun, masih banyak petugas KPPS yang tidak tertib dengan protokol kesehatan. Windhu, berharap, saat KPU mengumumkan hasil Pilkada, para pemenang tidak menggelar arak-arakan atau pengumpulan massa.

“Pelaksanaan Pilkada di Jawa Timur/Jatim 9 Desember lalu, semua TPS sudah menerapkan protokol kesehatan dan tidak terjadi kerumunan massa,” kata Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga/Unair, Windhu Purnomo, di Surabaya Jumat (11/12) kemarin.

Namun, kata dia, di beberapa tempat masih terjadi pelanggaran. Misalnya, jarak tempat duduk petugas yang berdekatan. Belum lagi hanya pakai face shield dan tidak memakai masker. Selain itu, ada pemilih yang membawa makanan dan minuman di TPS. Padahal di TPS tidak boleh membuka masker.

Windu menyayangkan, para paslon yang dinyatakan menang dari hasil quick count justru meluapkan kemenangannya dengan cara berkumpul dengan orang banyak. Bahkan, sambil menempelkan pipi. Hal inilah yang justru berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

Windhu berharap, pada waktu pengumunan dari KPU tentang hasil Pilkada baik di Surabaya maupun di 18 kota/kabupaten lainnya tidak ada acara arak-arakan atau pun pengumpulan massa. Meski sudah lepas masa Pilkada, diharapkan, Bawaslu bisa bertindak tegas agar nanti tidak jadi penularan Covid-19. Karena saat ini, terjadi peningkatan Covid-19 di Jatim. (bw)