Patrick Gerlich : Petani Alami Kesulitan Selama Pandemi

28
(kika) Smallholder Farming Manager Bayer Crop Science Dani Adi Prasetya, petani dan kolektor panen Sutinah, pemilik BLFC di Gondang, Tulungagung Alda, Kadis Pertanian Tulungagung Suprapti M.Agr, petani & pemilik BLFC Tani Maju, Kec. Bandung, Tulungagung Muntolib,. Seluruh pihak terkait mendukung program Better Life Farming yang akan berjalan hingga tahun 2030 menyasar kepada 4 juta petani di seluruh Indonesia untuk mewujudkan korporasi petani. (Foto/ist)

(bisnissurabaya.com) – Turut mendukung petani Indonesia dan pembangunan sektor pertanian nasional, Bayer Indonesia, perusahaan global dengan kompetensi dibidang kesehatan dan pertanian, mengenalkan program ‘Better Life Farming” (BLF) bersama dengan Kementerian Pertanian RI dalam acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP).

BLF merupakan bentuk dari program berkelanjutan Bayer bekerjasama dengan para mitra untuk menjangkau 4 juta petani dengan 20 persen adalah petani perempuan, selama kurun waktu 2020-2030 yang direncanakan berlokasi di 17 provinsi, demi mendukung terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Konsep program BLF ini sejalan dengan strategi Pemerintah untuk mengembangkan Korporasi Petani dan menjangkau 2,5 juta petani muda. Dimana kelompok tani dan petani akan diberi bimbingan pelatihan on-farm serta kewirausahaan dan difasilitasi akses pembiayaan, asuransi pertanian, serta akses pasar. Program BLF ini adalah komitmen jangka panjang Bayer yang secara global bermitra dengan IFC, Netafim dan Swiss-Re.

Program BLF bertujuan mendukung Visi Pertanian Jangka Menengah Pemerintah Indonesia 2020-2024 yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan ketahanan pangan dan daya saing pertanian.

Mengacu pada Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2020-2024, korporasi petani yang dibangun dengan sistem industri tani yang terpadu dalam mengembangkan skala usaha tani akan dapat menjadi solusi atas permasalahan yang kerap dijumpai petani.

Karena faktanya, banyak petani mengalami kesulitan dalam menjual hasil panen. Sehingga menyebabkan menurunnya pendapatan mereka. Keadaan ini semakin terancam dalam masa pandemi ini.

“Kami bertemu langsung dengan para petani yang cenderung mengalami kesulitan selama pandemi. Ini menjadi ancaman kepada potensi produksi pangan nasional yang jika dikelola dengan tepat akan bermanfaat bagi kesejahteraan petani,” kata Country Commercial Lead Crop Science Bayer Indonesia & Malaysia, Patrick Gerlich, Jum’at (11/12).

Untuk itu, kata dia, Bayer menggagas Better Life Farming di seluruh dunia yang hari ini bersama Kementan kita luncurkan di Indonesia. Melalui Better Life Farming Center (BLFC) Bayer dan mitra membuka akses teknologi dan pendidikan serta pendampingan termasuk akses pembiayaan bagi para petani agar mereka dapat mengelola bisnis pertanian secara profesional dan layak secara komersial

Persebaran Better Life Farming Centers (BLFC) Berdampak Signifikan BLFC ditargetkan akan tumbuh dengan jumlah 4.000 kios BLFC sepanjang 2020-2030. Di mana setiap tahunnya BLFC diharapkan dapat menjangkau hingga empat desa atau sebanyak 1.000 petani / desa. Pada 2020, area program BLF mencakup wilayah Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat.
BLFC terus dikembangkan untuk dapat dikenal oleh masyarakat luas.

Pada 8 Desember 2020 peresmian BLFC di Tulungagung, Jawa Timur, telah dilakukan, diikuti dengan peresmian BLFC di Serang, Banten, pada 11 Desember 2020.
Sebagai penghasil komoditas pangan utama padi dan jagung, Tulungagung kini memiliki delapan BLFC, sama jumlahnya dengan di Banten.

Seluruh BLFC dibina dan dikembangkan oleh Bayer bersama para mitra, dengan pelatihan serta pendampingan intensif kepada pemilik maupun pengelola. Sehingga BLFC dapat menjadi pusat pengembangan terpadu bagi para petani sekitar terutama dalam membuka akses ke pasar hingga pinjaman modal usaha.

Program BLF dii daerah Tulungagung sendiri sukses menjangkau lebih dari 1.500 petani dan mampu meningkatkan produktivitas tanaman pangan lebih dari 25 persen serta kenaikan pendapatan petani lebih dari 75 persen.

Sedangkan adanya BLFC di Banten sukses menjangkau lebih dari 3.200 petani dengan kenaikan produktivitas tanaman pangan lebih dari 25 persen dan pendapatan petani lebih dari 50 persen.
Peningkatan Kualitas Hidup Keluarga Petani BLF Center dikelola dengan pendekatan holistik terhadap kesejahteraan petani. Dimana tidak hanya diukur dari kesejahteraan finansial, namun juga kesetaraan gender dan kesehatan.

BLF memberikan pelatihan khusus untuk para petani perempuan serta memberikan pendidikan terkait kesehatan reproduksi dan akses terhadap alat kontrasepsi modern kepada perempuan tani dan istri petani.

“Bayer ingin memberi manfaat untuk para petani Indonesia tidak hanya dari segi pemberdayaan usaha tani, namun juga peningkatan kualitas hidup dalam hal kesehatan keluarga. Program Better Life Farming akan berjalan hingga 2030 dengan target 20 persen dari petani penerima manfaat adalah perempuan petani,” ungkap Patrick Gerlich,

Adapun pihak Mercy Corps Indonesia yang diwakili Ade Soekadis selaku Direktur Eksekutif, turut menyampaikan dukungannya terhadap program ini dengan seluruh kegiatan yang dijalankan melalui BLF. Sebagai mitra strategis dalam melaksanakan program tersebut, Mercy Corps Indonesia menyatakan bahwa dengan jaringan yang luas dan tim ahli dari Mercy Corps, aksi kolaboratif tersebut dapat sukses mencapai target dan optimis mampu menyukseskan agenda nasional dalam mengembangkan sektor pertanian tanah air. (bw)