Ngawi, (bisnissurabaya.com) – Dimasa pandemi covid – 19 desa ini merasa banyak masalah menumpuk terkait keadaan fisik dan perekonomian masyarakat desa. Karena itu, perlu langkah cepat yang harus dilakukan untuk menyikapi masalah tersebut. Apalagi mengikuti pemerintah untuk menyelesaikan bantuan.

Hal itu, membuat dana yang dimiliki desa banyak terserap untuk memotong mata rantau covid-19. Misalnya, banyak planing penyelesaian fisik yang dipending, walau ada beberapa titik tetap dikerjakan karena menyangkut lingkungan yang dianggap penting untuk menghadapi musim penghujan yang tidak bisa dihindari.

Karena itu, peninggian talud Desa Mojomanis Kecamatan Kwadungan dengan menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020. Dimana untuk menghindari penggerusan jalan akibat genangan air hujan yang meluap.

Selain itu, untuk menanggulangi pergerakan tanah di musin hujan dengan jalan kesepakatan warga Mojomanis dengan Kades Sunardi.

Pembangunan desa dilaksanakan untuk kepentingan bersama.
Kades Sunardi, mengatakan, peninggian talud ini tepatnya di lokasi Desa Mojomanis 3, Rt /02 Rw/ 03 Kecamatan Kwadungan. Penyelesaian talud sekitar 1 bulan dengan memperdayakan tenaga masyarakat desa, bersumber dari dana desa. Ukuran peninggian talud 400 m x 0,4 m. Sumber dana diambil dari anggaran Dana Desa (DD), sekitar Rp 67.500.000,00. “Saya berharap dengan peninggian talud, bisa bermanfaat untuk akses jalan perekonomian, dan wajah desa serta yang penting tidak menghambat aktivitas masyarakat desa Mojomanis,” terang Sunardi. (eko)