Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Ada kericuan terjadi di TPS 015, Kelurahan Bulusidokare, Kecamatan Sidoarjo, Jawa Timur/Jatim. Pasalnya, diduga ada oknum kelompok Penyelengara Pemungutan Suara (KPPS) mengarahkan kepada warga yang akan mencoblos untuk memilih salah satu calon.

Dengan nada emosi dan nyaris adu pukul, Tanto warga setempat ‘marah-marah’ mendapati ada dugaan kecurangan yang dilakukan petugas KPPS.

“Saya emosi ada kecurangan dalam Pilkada Sidoarjo. Ada oknum KPPS bernama Mulyono, mengarahkan, untuk coblos nomor 2 kepada calon pemilih yang akan mencoblos,” kata Abah Tanto, Rabu (9/12).

Hal itu, kata dia, karena ada indikasi tidak netral. Abah Tanto, minta keadilan kepada petugas Bawaslu dan pihak keamanan untuk turun aktif menjaga agar tidak ada pengarahan untuk memilih ke salah satu calon.

Ia menyatakan, alasan oknum petugas KPPS yang menyarankan warga menggunakan sarung tangan dua itu menurutnya mengada-ada.

“Yang benar ada ibu-ibu saat akan mencoblos diarahkan untuk pilih nomor dua oleh oknum petugas KPPS,” tegasnya.

Sementara itu, menurut Candra, petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang bertugas di TPS 015 Kelurahan Bulusidokare. Kericuan diawali adanya sarung tangan plastik yang digunakan warga untuk mencoblos.

“Ada petugas KPPS bilang ke warga untuk menggunakan sarung tangan dua. Itu yang saya tahu. Tidak ada mengarahkan untuk mencoblos nomor dua,” katanya.

Kericuan antara warga yang akan mencoblos dengan petugas KPPS, berlangsung cepat dan berhasil mendinginkan. Setelah petugas kepolisian datang ke lokasi dan mengamankan suasana. (rin)