Menkeu Sri Mulyani

Jakarta, (bisnissurabaya.com) – Pemerintah menyiapkan fasilitas fiskal dan anggaran khusus untuk mendukung program vaksinasi dan penanganan COVID-19. Kedatangan 1,2 juta vaksin Covid-19 hari Minggu lalu (6/11) pun memanfaatkan kemudahan fasilitas kepabeanan dan/atau cukai serta pajak atas impor vaksin Covid-19.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam Keterangan Pers yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengatakan, nilai pabean dari import 1,2 juta dosis vaksin ini diperkirakan sebesar USD 20.571.978. “Perkiraan fasilitas fiskal yang diperoleh dari importasi vaksin Covid-19 ini adalah sebesar Rp 50,95 miliar, di mana untuk pembebasan bea masuk sebesar Rp 14,56 miliar, dan pajak dalam rangka impor sebesar Rp 36,39 miliar.”

Kemudahan fasilitas fiskal yang diberikan tersebut sesuai dengan Peraturan  Keuangannomor 188/PMK.04 tahun 2020, mengenai Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan atau Cukai, serta Perpajakan Atas Impor Pengadaan Vaksin Dalam Rangka Penanganan Pandemi Covid-19.

Tidak hanya sampai di situ, Kementerian Keuangan juga telah mencadangkan Rp 35,1 triliun dari Anggaran Tahun 2020 untuk pengadaan vaksin dan vaksinasi Covid-19 dan Rp 60,5 triliun di 2021 untuk pengadaan vaksin dan penanganan Covid-19.

Lebih jauh lagi Menteri Keuangan menjelaskan bahwa total anggaran di tahun 2021 untuk pengadaan vaksin dan penanganan Covid-19 mencapai Rp 60,5 triliun. Rinciannya, Rp18 triliun untuk antisipasi pengadaan vaksin Covid-19. Rp 3,7 triliun antisipasi imunisasi atau program vaksinasinya. Rp 1,3 triliun untuk pembelian sarana-prasarana laboratorium Litbang dan PCR.

Dimana Kementerian Kesehatan akan melakukan pengadaan sebesar Rp 1,2 triliun, dan Badan POM sebesar Rp 100 miliar. “Kita juga masih mencadangkan iuran JKN untuk masyarakat yang tidak mampu, yaitu untuk yang kelas 3. Sementara Rp 35,1 triliun yang berasal dari anggaran 2020, kita alokasikan untuk pengadaan vaksin dan penanganan kesehatan,” ujarnya.

Hingga 2020, Kementerian Kesehatan telah membelanjakan Rp 637,3 miliar, untuk pengadaan vaksin. Lalu untuk pemenuhan alat pendukung program vaksinasi Covid-19 Kemenkeu telah membelanjakan mulai dari jarum suntik, alkohol swab, dan safety box sebanyak Rp 277,45 miliar.

Juga karena vaksin harus disimpan ditempat pendingin, maka dibelanjakan vaksin refrigerator 249 unit, cold box 249 unit, alat pemantau suhu vaksin 249 unit, vaksin carrier 498 unit, dan Alat Pelindung Diri (APD), dengan total pembelanjaan sebesar Rp 190 miliar.
Selanjutnya, kebutuhan alat untuk 3T (testing, tracing, dan treatment) akan terus diperlukan meskipun vaksin Covid-19 sudah tiba. “Itu berarti masih akan ada anggaran untuk pembelian berbagai alat, seperti PCR dan reagen pada tahun 2021 nanti,” ujar Sri Mulyani.
“Seperti diketahui meskipun sudah ada vaksin, seperti yang telah disampaikan Presiden, Menko Perekonomian, dan Menteri Kesehatan, kita semuanya masih harus waspada, Pemerintah akan terus menjalankan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment),” tutup Menkeu. (bw)