Banyuwangi, (bisnissurabaya.com)Muspida Banyuwangi memberikan atensi khusus pada proses pemungutan suara pilkada, 9 Desember. Salah satunya, memastikan penerapan protokol kesehatan di tempat pemungutan suara (TPS).

Di setiap TPS disiapkan bilik khusus bagi pemilih yang bersuhu tubuh tinggi, di atas 37,3 derajat. Langkah ini mengantisipasi penyebaran Covid pada pilkada. Bilik suara khusus dibuat agak berjauhan dengan bilik suara umum.

Namun, pemilih tetap dibuat nyaman. “Sesuai aturan protokol kesehatan, ada bilik khusus untuk pemikih dengan suhu tubuh diatas 37 derajat. Kita lihat setiap TPS sudah menyiapkannya,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin usai mengecek kesiapan TPS di Kelurahan Tumenggungan, Banyuwangi, Selasa (8/12) siang.

Kapolresta menambahkan pihaknya ingin memastikan seluruh KPPS menerapkan protokol kesehatan. Mulai menyiapkan masker, cuci tangan, menggunakan sarung tangan hingga menjaga jarak antar pemilih.

“Kondisi TPS harus dibuat nyaman, jangan sampai ada pengumpulan pemilih,” tegasnya. Secara umum, lanjut Kapolresta, KPPS sudah menerapkan protokol kesehatan di  TPS masing-masing. Pihaknya berharap, proses pemungutan suara berjalan lancar, tak ada penyebaran Covid.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menegaskan pihaknya sudah memberikan imbauan ke setiap desa agar menyiapkan TPS di lokasi yang luas. Tujuannya, menghindari kerumunan calon pemilih.

“Desa sudah kami berikan surat tertulis. Lalu, setiap KPPS diminta membuat TPS di lokasi yang luas. Jangan sempit,” jelas Anas. Sehingga, kata dia, masyarakat bisa aman dan nyaman menyalurkan hak pilih.

Lalu, masyarakat yang mencoblos ke TPS diatur per jam. Sehingga, tidak menumpuk bersamaan di TPS. Jumlah TPS di Banyuwangi dalam pilkada serentak tahun ini sebanyak 3.746 dengan jumlah pemilih 1,3 juta. (wir)