Personel Polresta Banyuwangi mengikuti rapid test sebelum mengamankan TPS pilkada, Senin (7/12) sore. (Foto/wir)

Personel Polresta Banyuwangi mengikuti rapid test sebelum mengamankan TPS pilkada, Senin (7/12) sore. (Foto/wir)Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Polisi memberikan pengamanan khusus selama pemungutan suara pilkada, 9 Desember besok. Tak hanya proses pencoblosan dan penghitungan suara, korps baju cokelat ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama mengamankan tempat pemungutan suara/TPS. Sebelum diterjunkan ke TPS, mereka diwajibkan rapid test. Jika hasilnya reaktif, dilarang ikut pengamanan. Langsung swab dan dikarantina.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, mengatakan, pengamanan TPS di masa pandemi dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. “Untuk memastikan seluruh personel pengamanan benar-benar sehat, bebas Covid, dilakukan rapid test massal. Sebelum pasukan kita kirim ke setiap TPS, dilakukan rapid test massal di Polresta. Total 1.025 personel polisi,” kata Kapolresta, Senin (7/12) sore. Dari seluruh personel yang rapid test, kata Kapolresta, hasilnya non reaktif. Sehingga, seluruhnya memenuhi syarat melakukan pengamanan ke TPS. Langkah ini, kata Kapolresta, mengantisipasi penyebaran Covid-19 di masa pemungutan suara. Dan, memberikan kepastian aman dan nyaman bagi masyarakat menyalurkan hak pilih ke TPS.

Ia menambahkan, pihaknya rutin melakukan rapid test kepada personel Polresta. Sehingga, sejak dini diketahui jika ada anggota yang terindikasi terpapar Covid. Kami rutin tiga minggu sekali rapid test massal. Jadi, ketika rapid sebelum pengamanan TPS, kondisi personel sudah aman, jelasnnya. Selain rapid test, personel pengamanan dibekali peralatan protokol kesehatan yang lengkap. Mulai masker, hand sanitizer hingga APD bagi TPS rawan.

Harapannya, dengan paralatan protokol kesehatan yang lengkap, menghindari munculnya penyebaran Covid 19.
Selain personel Polresta, pengamanan pilkada diback up pasukan Brimob Polda Jatim dan personel Polres Bondowoso. Jumlah ini masih ditambah 300 personel TNI dari Kodim dan AL.

Total 1.300 personel, akan mengamankan 3.746 TPS, jelas Kapolresta. Pihaknya berharap dengan protokol kesehatan, proses pilkada bisa aman dari penyebaran Covid. Dan, masyarakat bisa sehat dengan menyalurkan hak pilih masing-masing. (wir)