Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Banyak cara melestarikan alam beserta isinya. Seperti yang dilakukan organisasi dan komunitas pecinta alam di Surabaya ini memperingati hari konservasi kehidupan liar se-dunia, 4 Desember lalu. Menariknya, para pecinta alam ini mengajak anak-anak untuk melepas liarkan benih-benih ikan, sejumlah satwa dan menanam bibit-bibit pohon. Tujuannya, sebagai sarana edukasi bagi para generasi muda, untuk menjaga kelestarian habitat flora dan fauna.

Puluhan orang yang tergabung dalam organisasi pecinta alam Gogor Sejati dan Rowo Wiyung berkumpul dibantaran Kali Makmur, Kecamatan Wiyung, Surabaya untuk memperingati hari konservasi kehidupan liar se-dunia 4 Desember lalu. Meski demikian, para pecinta alam ini tak lupa memberlakukan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, dengan bagi- bagi masker.

Peringatan hari konservasi kehidupan liar se-dunia kali ini dimaknai gabungan organisasi pecinta alam ini untuk turut melestarikan ekosistem. Ada sekitar 10 ribu benih ikan air tawar seperti nila, ratusan jenis burung dan sejumlah reptil dilepas liarkan ke dalam sungai dan di sekitarnya. Tak lupa/ mereka juga menanam puluhan bibit pohon di bantaran Kali Makmur.

Menariknya, dalam kegiatan kali ini, anak-anak diajak melepasliarkan satwa dan menanam bibit pohon. Tujuannya, untuk mengedukasi para generasi muda, untuk menjaga kelestarian habitat flora dan fauna. Salah satunya, adalah Rayan, siswa kelas 7 SMP yang mengaku senang dengan kegiatan tersebut, karena lebih mudah baginya untuk mengenal dan melestarikan alam.

Sementara itu, Fathkur Rozi, Koordinator acara peringatan hari konservasi kehidupan liar se-dunia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan ikhtiar untuk menjaga habitat flora dan fauna. Misalnya, melepas liarkan benih ikan, tujuannya untuk memastikan rantai makanan yang ada di sungai tetap sehat dan berkelanjutan.

Selain organisasi pecinta alam Gogor Sejati dan Rowo Wiyung, diikuti juga sejumlah organisasi pecinta alam lain, simpatisan, pemerhati dan aktivis yang fokus terhadap isu-isu lingkungan. (irwanda/stv)