Warga menunjukkan bukti kotak biskuit Kemenkes yang dibagikan selama kampanye pilkada Banyuwangi, Senin (7/12) siang. (Foto/wir)

Banyuwangi (bisnissurabaya.com) – Masa tenang pilkada Banyuwangi diwarnai ketegangan. Tiga warga melaporkan Cabup nomor 1 ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Senin (7/12) sore. Materinya, dugaan berkampanye sambil menyebarkan biskuit bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dalam laporannya, pelapor menyertakan dua alat bukti, rekaman video dan makanan biskuit yang dibagikan.

Sedikitnya tiga warga yang melaporkan dugaan pelanggaran pemilu ini. Ketiganya melaporkan kejadian dari dua tempat berbeda. Masing-masing, Dusun Krajan, Kelurahan/ Kecamatan Kalipuro dan Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. “Jadi, berawal dari viral di medsos. Akhirnya, kami telusuri ke lokasi. Ternyata benar, pengakuan warga ada timses cabup nomor 1 siaran keliling sambil membagikan makanan tambahan (biskuit) untuk ibu hamil dari Kemenkes. Ini jelas pidana,” kata Muhammad Imam Ghozali, usai melapor. Karena itu, pihaknya sebagai masyarakat mendesak Bawaslu menindaklanjuti laporannya.

Pelapor lainnya, Eni Prasetyowati, mengaku, pembagian biskuit ibu hamil dari Kemenkes ini terjadi, Sabtu (5/12) siang. Kala itu, warga disuguhkan mobil membawa sound system yang mengajak memilih pasangan nomor 1. Mobil pick-up yang digunakan juga dihiasi atribut pasangan calon nomor 1. Disela ajakan mencoblos, warga diberikan satu kotak biskuit untuk ibu hamil. Parahnya, biskuit itu adalah milik Kemenkes yang biasanya diberikan kepada ibu hamil di Puskesmas atau Posyandu. “Waktu itu ada ajakan mencoblos paslon nomor 1, lalu warga diberikan satu kotak biskuit ini,” kata Eni.

Didampingi pengacara timses 02, warga membawa saksi yang menerima bingkisan biskuit tersebut.
Pembagian biskuit Kemenkes dalam kampanye ini juga ditemukan di Kecamatan Muncar. Pengacara timses paslon 02, Eni Setyowati, menduga, penggunaan biskuit Kemenkes ini terjadi secara TSM (terstruktur sistematis dan masif). Sebab, tidak terjadi di satu titik. Sepertinya, ini aksi TSM. Kami masih menunggu laporan serupa dari kecamatan lain, kata Eni. Pihaknya mendampingi warga yang melapor untuk memastikan tidak ada pemutarbalikkan faktar terkait kejadian ini.
Sementara itu, Joyo Adikusomo, Koordinator Penanganan Pelanggaran Bawaslu Banyuwangi membenarkan, laporan warga tersebut. Pihaknya akan mengkaji laporan tersebut bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). “Waktunya dua hari, setelah itu kita telaah hingga berkas lengkap. Lalu, kita register dan perlu 5 hari untuk mengambil putusan,” kata Joyo. Tim pemenangan paslon nomor 2, dr Taufik Hidayat mempertanyakan aksi bagi-bagi biskuit Kemenkes dalam kampanye itu. Menurutnya, pihaknya tidak memiliki biskuit yang seperti dibagikan tersebut. “Saya justru ingin melihat biskuit yang dibagikan. Termasuk, videonya. Jadi, apa betul yang membagikan itu dari tim kita. Dan, apakah paslon 01 ada disitu waktu kejadian,” tegasnya via telepon.

Pihaknya menyangsikan jika aksi bagi-bagi biskuit adalah tim dari paslon 01. Pilkada Banyuwangi, 9 Desember diikuti dua pasangan calon (paslon). Paslon nomor 1 Yusuf Widiatmoko Gus Riza, diusung PKB, Golkar, Demokrat dan PKS. Yusuf adalah Wabup Banyuwangi dua periode. Sedangkan paslon nomor 2 Ipuk Fiestiandani Sugirah, diusung PDIP, NasDem, PPP, Gerindra dan Hanura. (wir)