Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Memasuki hari tenang terhitung hari ini , Minggu sampai Selasa (6-8/12) Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan, semua pihak tetap menjaga suasana aman, damai dan kondusif. Saling menghargai perbedaan pilihan serta pastikan menggunakan hak pilih.

Khofifah, tidak henti- hentinya berpesan agar semua pihak tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Apalagi saat pencoblosan dan penghitungan suara.

Gubernur Khofifah, juga minta kepada penyelenggara Pilkada untuk memastikan dan menjamin protokol kesehatan agar pilkada berjalan aman serta kondusif. Utamanya soal pencegahan penyebaran Covid-19. Permintaan itu disampaikan untuk memastikan agar masyarakat tidak takut ketika menggunakan hak suaranya.

“Penyelenggara Pilkada mulai KPU dan Bawaslu harus memastikan keamanan para pemilih saat melakukan coblosan. Sehingga, masyarakat tidak takut untuk menggunakan hak suaranya. Segenap Forkopimda juga pro aktif membantu, bahkan, Babinsa dan Babinkabtibmas juga bersatu menyukseskan Pilkada yang aman dan kondusif,” kata Gubernur Jatim Khofifah, saat menyerahkan Nota Pelaksanaan Tugas/Pjs Bupati Mojokerto, Pjs Bupati Blitar, Pjs Walikota Blitar dan Pjs Bupati Trenggalek kepada Bupati Mojokerto, Bupati Blitar, Walikota Blitar dan Bupati Trenggalek di Grahadi, Surabaya Sabtu (5/12) malam.

Ia menjelaskan, dengan akan berlangsungnya Pilkada serentak, jangan sampai timbul cluster baru Covid-19. Yaitu, cluster pilkada. Hal tersebut harus dipastikan dengan seksama, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Salah satu tips upaya yang bisa dilakukan penyelenggara Pilkada, seperti yang diterbitkan KPU Pusat. Misalnya, para panitia Pilkada dilakukan rapid dan swab test sebelum bertugas. Disediakan hand sanitizer di setiap bilik suara dan dilakukan penyemprotan disinfektan di TPS,” ungkapnya.

Khusus kepada para Bupati dan Walikota yang wilayahnya tidak sedang menyelenggarakan Pilkada serentak, dirinya meminta agar mereka bisa ikut mendukung penyelenggaraan tersebut. Dukungan yang diberikan seperti rapid test, swab test dan PCR lab. Jika tetangga daerah yang sedang menyelenggarakan Pilkada membutuhkan dukungan, maka daerah tetangga mohon ikut mendukung. Misalnya, tim nakes, lab PCR dan hal teknis yang terkait dengan keamanan akibat pandemi covid-19.

“Dukungan semacam itu, akan meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan hak suaranya saat pilkada, karena membangun keyakinan bahwa pelaksanaan terjamin keamanannya,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Khofifah berharap, agar para bupati dan walikota juga bisa menyampaikan kepada masyarakat, bahwa, penyelenggaraan pilkada nanti, sudah menerapkan protokol kesehatan/Prokes. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir lagi dan tetap bisa menggunakan hak pilihnya.

“Saya berpesan, masyarakat perlu disampaikan kembali dalam menggunakan hak pilih di masa pandemi Covid-19. Mereka harus diyakinkan bahwa Prokes sudah dilaksanakan demi keamanan bersama,” tambahnya.

Seperti diketahui, Desember 2020 ini terdapat 19 kabupaten/kota di Jatim yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak. Daerah tersebut terdiri dari 16 kabupaten dan tiga kota, yakni Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Trenggalek, Kediri, Lamongan, Tuban, Gresik, Mojokerto, Malang, Blitar, Sidoarjo, Sumenep, Jember, Situbondo, dan Banyuwangi. Kemudian Kota Blitar, Pasuruan, dan Surabaya.

Meskipun berlangsung di masa pandemi Covid-19, diharapkan, masyarakat yang memiliki hak suara bisa menggunakan hak suaranya saat Pilkada serentak berlangsung. (bw)