Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sinergi kebijakan antara Pemprov Jawa Timur/Jatim dan sejumlah lembaga terkait di provinsi ini mampu mempercepat pemulihan ekonomi Jatim. Hal ini, tercermin dari membaiknya kinerja lapangan usaha utama. Seperti industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, akomodasi, makanan dan minuman, serta transportasi.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia/BI Jatim optimistis dalam pemulihan perekonomian Jatim. “Sinergi kebijakan antara Pemprov Jatim dan sejumlah lembaga terkait di Jatim mampu mempercepat pemulihan perekonomian. BI Jatim mencatat realisasi belanja daerah Pemprov Jatim pada triwulan III/ 2020 mencapai 65 persen,” kata Kepala Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmadiyah Johansyah.

Capaian yang tertinggi dibandingkan dengan realisasi provinsi lain yang hanya berada di kisaran 50 persen dari sisi pembiayaan. Restrukturisasi kredit yang dilakukan oleh perbankan telah diberikan kepada 2 juta lebih nasabah di Jatim dengan nominal kredit sebesar Rp 106,4 triliun.

Dari sisi moneter BI mendukung pemulihan perekonomian daerah dengan mengawal pembukaan sektor prioritas secara aman. BI mendorong penguatan promosi ekspor maupun substitusi impor dan memperluas digitalisasi pembayaran. BI juga terus mendorong ekonomi digital untuk menjadikan Jatim sebagai smart province. Upaya diwujudkan melalui percepatan dan perluasan digitalisasi daerah perluasan elektronifikasi transaksi pembayaran on-boarding UMKM serta digitalisasi UMKM.

Ekonomi Jatim di tahun 2021 diperkirakan tumbuh positif atau lebih baik dibandingkan tahun 2020. BI Jatim mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga kestabilan harga, yakni dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah penguatan tim pengendali inflasi daerah dan perdagangan antar daerah. (agung/stv)