Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro, S. Sos. (Foto/bw)
Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro, S. Sos. (Foto/bw)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah/Pilkada serentak tinggal menghitung hari. Seiring dengan itu, terjadi kesibukan yang luar biasa pada lembaga penyelenggara Pilkada.

Sebab, pada 9 Desember waktu yang telah ditentukan untuk coblosan masih di tengah pandemi covid-19. Sementara, pihak KPU Jatim, tidak ingin TPS sebagai kluster baru di tengah kekhawatiran pemilih.

“Prinsipnya, masyarakat Jawa Timur/Jatim tidak perlu kawatir datang ke TPS. KPU sendiri tidak ingin TPS jadi kluster baru penyebaran corona,” kata Gogot Cahyo Baskoro, Komisioner KPU Jatim, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi ketika berbicara dalam Rapat Koordinasi Bersama Pimpinan Media di Surabaya Rabu (3/12).

Karena itu, kata Gogot, ada 12 hal baru di TPS saat coblosan 9 Desember mendatang. Yakni, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, cek suhu tubuh, sarung tangan plastik, tinta tetes, 500 pemilih di setiap TPS, APD KPPS, bilik khusus, hindari kontak fisik di TPS.

“Insya Allah, dengan 12 hal baru di TPS, masyarakat tidak perlu kawatir untuk datang ke TPS sesuai jam undangan,” kata Gogot, yang juga mantan wartawan ini. Selama ini, satu TPS dengan 800 pemilih. Saat Pilkada 9 Desember dikurangi menjadi 500 pemilih.

Demikian juga dengan keberadaan baju hazmat – APD KPPS, menurut Gogot, yang disiapkan khusus mengantisipasi apabila ada pemilih yang pingsan di TPS, dan mendatangi pemilih yang saat pelaksanaan Pilkada terkonfirmasi positif. (bw)