Selama Tujuh Hari, Lima Perawat di Jatim Wafat Karena Covid-19

35

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Jumlah perawat di Jatim, yang meninggal dunia akibat Covid-19 mencapai 38 orang. Ironisnya, dalam seminggu ini ada 5 perawat di jatim yang gugur setelah terpapar Covid-19. DPW PPNI Jatim menduga, faktor kejenuhan dan kelelahan membuat perawat mudah terpapar corona.

Dalam sepekan ini, ada lima perawat di Jawa Timur, wafat akibat Covid-19. Mereka ini adalah perawat dari Bondowoso, Tulungagung, Situbondo, Bangkalan dan Probolinggo.

Sumarsono, seorang perawat asal RS Mohammad Saleh Probolinggo, meninggal dunia, setelah terkonfirmasi positif Covid-19. Perawat yang bertugas di kamar operasi ini, wafat setelah tujuh hari menjalani perawatan di ruang isolasi khusus.

Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia/PPNI Jatim, Nursalam, mengatakan, hingga hari ini ada 38 perawat di jatim yang gugur akibat terpapar Covid-19. Sementara, total perawat yang positif selama pandemi mencapai 1.635 orang dan 20 persennya masih dalam perawatan.

PPNI Jatim menilai banyak faktor penyebab perawat terpapar Covid-19. Selain, harus bertemu pasien secara langsung banyak perawat yang jenuh dan kelelahan hingga mudah terpapar Covid-19. (stady/stv)