Malang, (bisnissurabaya.com) – Guna mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien Covid-19 di Malang Raya, Pemprov Jawa Timur/Jatim melangkah cepat dengan menyiapkan Rumah Sakit (RS) Lapangan. Untuk melihat kondisi tersebut, Sekretaris Daerah Jatim, Heru Tjahjono, bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB, Doni Monardo, melihat RS Lapangan Ijen Boelevard Malang, Kamis (3/12).

Setibanya di RS Lapangan Ijen Boelevard, Sekdaprov bersama Kepala BNPB melihat setiap ruangan demi ruangan yang akan dijadikan tempat perawatan pasien Covid-19. Saat ini, kondisinya sedang dipersiapkan layaknya RS Lapangan yang ada di Jalan Indrapura Surabaya.

Dihadapan Kepala BNPB, Heru, memastikan segala kebutuhan telah dipersiapkan agar nantinya pasien yang terkonfirmasi positif dengan gejala sedang atau ringan bisa nyaman dan segera pulih.
Dalam arahannya, Doni Monardo, menilai RS Lapangan Ijen Boelevard Malang, sangat ideal dan lebih baik jika dibandingkan dengan RS yang ada di sejumlah daerah.

Doni mengapresiasi, RS Lapangan Ijen Boelevard Malang yang memiliki jumlah bed 306 tempat tidur. Mulai dari gejala ringan hingga sedang. Nantinya, BNPB akan mendukung 10 bed yang akan dipergunakan untuk perawatan ICU.

“Apa yang menjadi kewajiban pemerintah akan kami dukung dan wujudkan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya. Pihaknya mengapresiasi, jajaran Pemprov Jatim yang bisa menurunkan angka penularan Covid-19 di wilayahnya yang pada Juli mengalami peningkatan kasus dan melandai sampai bulan ini. Meski terjadi kenaikan pasca libur panjang di beberapa waktu yang lalu.

Doni, berpesan agar masyarakat tetap mentaati Protokol Kesehatan/Prokes. Keberadaan RS Lapangan Ijen Boelevard Malang diharapkn dapat mengurangi beban rumah sakit di sekitar Malang Raya.

“Saya berharap agar masyarakat terus mematuhi Prokes yang ada dengan 3M. Yaitu, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Pemerintah berupaya agar masyarakat dengan gejala ringan tidak meningkat ke gejala berat yang nantinya akan beresiko terhadap kematian,” pintanya. (bw)