Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Erupsi Gunung Semeru, Lumajang, mulai berdampak ke Banyuwangi. Sebaran debu vulkanik gunung tertinggi di Jawa ini menghujani wilayah Banyuwangi, Selasa (1/12) siang. Kondisi ini dirasakan para pemilik kendaraan di kota Gandrung.

Mobil yang diparkir di halaman dipenuhi debu tipis, warnanya putih. Hujan debu ini mulai dirasakan warga sekitar pukul 15.00 WIB. Kebetulan saat itu cuaca gerimis.

“Awalnya tidak curiga. Setelah saya amati, kaca mobil penuh debu tipis keputihan. Agak kasar seperti ada serbuk kaca,” kata Budi, salah satu warga. Pria ini meyakini, paparan debu itu berasal dari debu vulkanik Gunung Semeru yang sedang erupsi. Dia mengaku, beberapa mobil temannya yang di parkir juga dipenuhi debu tipis keputihan.

Terutama mobil warna hitam. Terlihat jelas terkena paparan debu vulkanik gunung.
Hal senada diungkapkan Ivan, warga lainnya. Dia mengaku motornya yang diparkir di halaman mendadak dipenuhi debu tipis. Warnya putih, mirip bercampur serbuk kaca.

“Waktu di jalan juga agak pedas di mata. Kemungkinan karena hujan debu Semeru,” katanya. Hujan debu vulkanik ini bukan hal baru bagi warga Banyuwangi. Tahun 2016 silam, Banyuwangi peran dilanda hujan debu vulkanik Gunung Raung.

Sehingga, mereka meyakini debu putih yang turun Selasa (2/12) siang berasal dari Semeru. Sebab, bentuk dan warnya sangat mirip dengan debu vulkanik Gunung Raung. Terpisah, prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi Fredi Dwi Kurniawan, mengatakan arah angin dari Semeru memang mengarah ke timur Sehingga, debu vulkaniknya terbawa ke langit Banyuwangi.

Kecepatan anginya mencapai 12 knot, dengan ketinggian sebaran debu sekitar 12.000 kaki. Kondisi ini berdampak pada hujan debu di Banyuwangi. Meski terpapar debu vulkanik Semeru, BMKG memastikan kondisi Bandara Banyuwangi masih aman. (wir)