Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pemilihan kepala daerah Surabaya terus memanas. Beberapa hari terakhir, viral video kelompok banteng ketaton, simpatisan pasangan calon Wali Kota -Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 2, maju, menyuarakan yel-yel ” hancurkan Risma “.

Menyikapi video tersebut, puluhan emak-emak melakukan aksi demo dukungan kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, dan menuntut orang-orang dalam video tersebut meminta maaf. Sementara PSI, sebagai salah satu partai pendukung pasangan calon Wali Kota – Wakil Wali Kota nomor satu, Er – Ji dalam pilkada Surabaya, meminta untuk semua konstituen dan pendukung untuk tidak membalas dendam dengan kekerasan, atau melaporkan video tersebut, tetapi dengan menunjukkan kerja nyata.

Inilah video, kelompok masyarakat yang menamakan diri banteng ketaton, yang menjadi simpatisan pasangan calon Wali Kota – Wakil Wali Mota Surabaya nomor urut 2, Machfud Arifin – Mujiaman. Dalam video berdurasi 19 detik ini, menyuarakan yel-yel ujaran kebencian berbunyi “hancurkan Risma “.

Viralnya video ini membuat puluhan emak-emak di kota Surabaya melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Mota Surabaya, untuk mendukung Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Dalam aksi dukungannya, puluhan emak-emak menyayangkan hujatan yang dilayangkan kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang dianggap sudah sangat baik membangun kota Surabaya.

Emak-emak ini mendesak, agar kelompok masyarakat yang membuat video hujatan tersebut untuk minta maaf dan menghapus video tersebut dari media sosial.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PSI DPRD Kota Surabaya, Tjutjuk Sukarnioyo, mengaku, terkejut dengan adanya video pendek yang viral tersebut. Namun, Tjutjuk pun meminta kepada semua konstituen, simpatisan psi, untuk tidak membalas dengan kekerasan atau melaporkan video tersebut.

Karena, menurutnya, sebagai seorang pemimpin wali kota Surabaya, Tri Risma harini, biasa dikritik. Jadi, buktikan saja dengan kerja nyata. Karena selama 10 tahun menjabat Wali Kota Surabaya, Risma, telah menjadikan Kota Pahlawan lebih bagus, indah, dan juga pelayanan sosialnya luar biasa.

Dalam 2 hari terakhir ini, video ujaran kebencian sekelompok masyarakat viral di media sosial. Video tersebut, akhirnya memantik reaksi dari beberapa kelompok masyarakat yang menginginkan pilkada surabaya berlangsung damai. (feri/stv)