Petugas mengecek stok pupuk di gudang Petrokimia gresik sebelum didistribusikan ke daerah.(foto/ist)

Bojonegoro, (bisnissurabaya.com) – Kelangkaan pupuk pada musim tanam tahun ini membuat petani di Kabupaten Bojonegoro resah. Pupuk makin sulit didapatkan. Bahkan, kalaupun tersedia jumlahnya sangat terbatas serta harus mengantre lama di sejumlah kios resmi penjual pupuk. Kondisi ini diduga akibat kuota pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat tidak sebanding dengan jumlah pupuk yang dibutuhkan petani saat ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elizabeth, mengatakan, antrean petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi masih terjadi di sejumlah kios resmi penjual pupuk di Kabupaten Bojonegoro. Kondisi ini sebagaimana yang terpantau di kios resmi penjual pupuk bersubsidi Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro.

Sejumlah petani memadati kios setempat demi mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga umum di pasaran. Namun, karena stok dan jenis pupuk yang tersedia terbatas, maka tak semua petani langsung mendapatkan pupuk yang dibutuhkan, seperti Urea ZA, Phonska, SP-36, dan Organik.

Sedangkan, stok pupuk yang datang sementara hanya tersedia satu truk saja, itupun hanya jenis Urea dan ZA. Sehingga belum mencukupi untuk seluruh kebutuhan petani. Salah satu, pemilik Kios Pupuk Bersubsidi Utomo, menjelaskan musim tanam ini, penyaluran pupuk bersubsidi memang belum lancar. Sebab stok yang tersedia terbatas pada sisa alokasi jatah pupuk 2020. Selain itu, jumlahnya juga sedikit, sehingga belum bisa mengcover kebutuhan seluruh petani.

Agar jatah yang ada terbagi rata, pihaknya melalui kelompok tani setempat terpaksa memperketat pembagian pupuk. Hanya bagi petani yang sudah terdaftar pada rencana definitif kebutuhan kelompok atau E-RDKK.

Diketahui harga pupuk bersubsidi ditingkat petani saat ini berkisar 90.000 per karung untuk jenis Urea, 70.000 per karung untuk jenis ZA, 115.000 untuk Phonska dan 20.000 untuk jenis organik. Sedangkan untuk jenis SP-36 saat ini stok belum tersedia 98N. (mulyanto/stv)