Malang, (bisnissurabaya.com) – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah/Pilkada serentak kurang dua belas hari. Pilkada serentak yang digelar di 270 daerah yang tersebar di 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. Yang menarik, Pilkada yang akan digelar serentak pada 9 Desember mendatang dilaksanakan di tengah wabah corona. Hal ini, tentunya membuat tugas ekstra bagi penyelenggara pesta demokrasi di daerah ini.

Karena itu, sosialisasi kepada masyarakat menjadi sangat penting agar angka partisipasi pemilih tetap tinggi. Sehingga, target 77,5 persen yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum/KPU tentang kehadiran pemilih di tempat pemungutan suara/TPS dalam menggunakan hak politiknya tercapai. Salah satunya lewat sosialisasi daring dengan protokol kesehatan/Prokes di tengah pandemi covid-19 gencar dilakukan.

Sebab, Pilkada kali ini sangat berbeda, dibandingkan pesta demokrasi di daerah pada tahun-tahun sebelumnya. Karena digelar di tengah pandemi covid-19 yang mengharuskan setiap kegiatan dilakukan dengan standar protokol kesehatan yang ketat.

Oleh sebab itu, perlu sosialisasi secara masif kepada masyarakat agar angka partisipasi pemilih tetap tinggi. Bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi, KPU gencar melakukan sosialisasi secara daring untuk mengedukasi masyarakat mengenai proses Pilkada di tengah pandemi.

Seperti yang diselenggarakan Kementrian Komunikasi dan Informatika/Kemkominfo RI bekerjasama dengan Forum Kelompok Informasi Masyarakat Jawa Timur/Jatim menyelenggarakan Webinar ‘Pemilih Cerdas Obyektif dan Rasional’ terkait Sosialisasi Pemilih Serentak 2020 yang digelar di Malang Kamis (26/11) kemarin.

Royce Diana Sari (no 2 dari kiri), Drs Dikdik Sadaka, MM, (tengah), Nanang Rois (no 2 dari kanan) dan Bambang Wiliarto (kanan), saat Webinar ‘Pemilih Cerdas Obyektif dan Rasional’ di Malang Kamis (26/11). (foto/husni)

Tampil sebagai narasumber, Royce Diana Sari, Ketua KPU Kota Pasuruan, Drs Dikdik Sadaka, MM, Koordinator IK Hankam Ditjen IKP Kemkominfo RI, Nanang Rois, Ketua Forum Kelompok Informasi Masyarakat/KIM Jatim dan Bambang Wiliarto, Pimred bisnissurabaya.com dengan moderator Akbar.

‘’Karena digelar di tengah pandemi covid-19 yang mengharuskan setiap kegiatan dilakukan dengan standar protokol kesehatan yang ketat. Karena itu, pemilih tidak perlu ragu dan takut datang ke TPS menggunakan hak pilihnya,’’ kata Ketua KPU Kota Pasuruan, Royce Diana Sari.

Saat ini, kata dia, masih dalam masa kampanye calon kepala daerah yang sudah memasuki hari ke-61. KPU dalam setiap kegiatan selalu menerapkan protokol kesehatan ketat. Terkait dengan hari H pencoblosan 9 Desember, Royce, yang terlihat elegan ini mengingatkan warga untuk tidak perlu khawatir. Karena KPU sudah menyiapkan berbagai protokol ketat di TPS.

“Ada 9 hal baru di tanggal 9 Desember untuk menjamin kesehatan pemilih yaitu pemilih wajib datang sesuai jadwal di undangan, TPS maksimal 500 pemilih, pemeriksaan suhu tubuh para pemilih, fasilitasi sarung tangan untuk pemilih, disediakan tempat cuci tangan, pemilih wajib jara jarak minimal 1 meter, penyiapan bilik khusus bagi pemilih bersuhu di atas 37,3 derajat, baju hazmat & APD bagi petugas KPPS, pemilih diberikan tinta tetes,” ujar Royce.

Sementara, Koordinator IK Hankam Ditjen IKP Kemkominfo RI, Drs Dikdik Sadaka., MM., mengapresiasi langkah kreatif KIM dalam membantu Kominfo menyosialisasikan Pemilihan Serentak 2020. Menurut Dikdik, peran KIM sangat strategi karena bersentuhan langsung dengan komunitas masyarakat terkecil di level desa dan kelurahan. “Muaranya hanya satu, kami ingin membantu KPU mencapai target partisipasi pemilih 77,5 persen di tanggal 9 Desember 2020 nanti,” ujar Dikdik.

Selain itu, Dikdik, memaparkan beberapa langkah strategis yang dilakukan Kominfo dalam membantu persiapan penyelenggaraan pemilihan. Pertama, Kominfo membantu KPU dalam penguatan jaringan di seluruh TPS untuk penerapan rekapitulasi berbasis elektronik dengan aplikasi si-Rekap.

Kedua, Kominfo terus mengawasi wilayah digital dari beredarnya berita bohong/hoaks, disinformasi dan konten-konten negatif lainnya. Kominfo juga melakukan sosialisasi melalui berbagai media dengan tagline “jaga suaramu, jaga kesehatanmu dan jaga masa depanmu”.

Ketua Forum KIM Jawa Timur Nanang Rois menilai pendekatan berbasis grass root (akar rumput) ini dianggap efektif karena memang pada dasarnya komposisi keanggotaan KIM memang terdiri dari dua komunitas masyarakat level bawah tersebut.

“KIM inikan adanya di desa dan kelurahan. Bagaimana agar efektif dan strategis menyosialisasikan pemilihan, yaitu memanfaatkan kegiatan-kegiatan yang digalang oleh karang taruna, PKK, posyandu dan lain-lain,” ujar Nanang.

Menurut dia, KIM bertugas menyampaikan informasi yang bersifat nasional kepada komunitas lokal. Oleh karenanya KIM dituntut harus kreatif serta menyesuaikan dengan kearifan lokal daerah masing-masing. KIM di wilayah Jawa Timur misalnya, melakukan penetrasi masuk ke komunitas Ibu-Ibu PKK. Meskipun tidak bisa berkumpul secara tatap muka lantaran masih di masa pandemi, komunitas ini tetap aktif bersosialisasi melalui Whatsapp Group.

“Dari situ jalurnya kita ngobrol langsung dengan masyarakat, masuk ke WA Group komunitas warga jadi langsung bisa jadi perbincangan meskipun melalui media sosial,” jelasnya. Disisi lain, peran media juga tidak kalah penting dalam menyukseskan gelaran pemilihan di tengah pandemi. Sejak awal tahapan pemilihan dilaksanakan, peran media sangat krusial menginformasikan kepada setiap lapisan masyarakat.

‘’Media berperan menginformasikan tahapan-tahapan Pilkada dari KPU untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga target 77,5 persen terpenuhi,’’ kata Pemimpin Redaksi bisnissurabaya.com, Bambang Wiliarto.

Media, menurut Bambang, sejak awal sudah berkewajiban menginformasikan ke masyarakat luas. ‘’Ketika KPU membuat tahapan sejak awal, kami sudah menginformasikan ke masyarakat. Kita menempatkan wartawan untuk stay di KPUD se-Jatim untuk mendapatkan update berita pemilihan.

Diharapkan, dengan sosialisasi yang masif ini dapat membuat masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pesta demokrasi 9 desember nanti. Karena 5 menit-mu menentukan 5 tahun-mu. (husni/bw)