Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Publik Banyuwangi dihebohkan dengan video tabrakan antara mobil ambulans dengan pemotor, Kamis (26/11) siang. Dalam video, mobil ambulans salah satu rumah sakit ini melaju kencang, melawan arus. Dari depan, muncul pemotor. Moncong ambulans menghantam pemotor persis di ujung simpang empat Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri.

Video kecelakaan itu tersebar luas di grup media sosial. Ada tiga video yang beredar. Durasinya sekitar 11 detik. Dalam video, terlihat kondisi lampu merah di perempatan. Kendaraan dari arah utara berhenti. Tak berselang lama, dari arah selatan dengan menerobos arus lalu lintas muncul mobil ambulans berwarna kuning. Tiba di lokasi, kendaraan dari arah utara melaju, karena lampu hijau. Kontan saja, tabrakan tak terhindarkan. Pengendara motor tak sempat menghindar.

Bahkan, terlihat kaget melihat ambulans di depannya. Saking kerasnya, pemotor terpental. Motornya rusak parah di bagian depan. Pengendaranya luka-luka. Mobil ambulans sempat berhenti, kemudian melanjutkan perjalanan. Dalam video selanjutnya, warga terlihat menolong
pemotor yang tergeletak di jalan.

Dalam hitungan menit, video ini viral di jejaring sosial di Bumi Blambangan. Tak sedikit warga yang menyayangkan kejadian ini. Salah satunya, menyalahkan pengendara ambulans yang melawan arus. Sebab, saat kejadian, kondisi jalan di lokasi tidak macet. Sehingga, tak mendesak untuk melawan arus.

“Ambulansnya ambil jalur kanan. Ini kan sangat berbahaya bagi pengendara lain,” kata Agung, salah satu warga yang melihat video tersebut.
Kapolres Banyuwangi Kombespol Armas Asmara Syarifudin membenarkan kejadian dalam video tersebut. Pejabat ini menjelaskan, pihaknya masih mendalami kejadian kecelakaan tersebut.

Namun, berdasarkan Undang-Undang No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di pasal 134 menyebutkan ada jenis kendaraan yang diprioritaskan dalam menggunakan jalan. Misalnya, ambulans, mobil pemadam dan iring-iringan pejabat negara. Namun, tidak harus
melawan arus ketika di jalan raya. “Kita akan dalami insiden ini berdasarkan aturan yang ada,” kata Kapolresta. (wir)