Lamongan, (bisnissurabaya.com) – Unik. Seorang warga hanya lulusan sma di Lamongan , berhasil menciptakan sepeda balap dan gunung berbahan bamboo. Menariknya, bahan baku sepeda yang dirangkai merupakan bambu lanang atau bongkotan bekas yang sudah tidak terpakai. Karyanya ini mulai dilirik dan banjir pesanan, terutama para pecinta sepeda unik.

Inilah sepeda bambu karya Sujarwo, warga desa mungli, kecamatan kali tengah, Kabupaten Jawa Timur. Dua unit sepeda model balap dan mtb ini terlihat di halaman rumahnya desa setempat.
Dari jauh terlihat seperti sepeda pada umumnya. Namun, saat dilihat dari dekat, frame atau kerangka sepeda balap dan mtb ini, terbuat dari bamboo.
Uniknya, bambu yang digunakan oleh pria lulusan sma ini, adalah bambu lanang atau bongkotan bekas yang tidak terpakai.
Oleh Sujarwo, bongkotan ini dipotong kemudian dirakit atau dirangkai menjadi sepeda bambu yang eksotis dan memiliki nilai jual tinggi.
Selain banyak lahan pohon bamboo, Sujarwo, membuat sepeda bamboo. Pasalnya, terinspirasi atau terilhami banyaknya bambu bekas proyek bangunan di desanya yang tidak terpakai.
Sepeda bambu buatan Sujarwo, dijamin kuat dan tahan lama. Pasalnya, rangka sepeda terbuat dari bongkotan lanang dan tua.
Hobi bersepeda yang membuat Sujarwo, tertantang menciptakan sepeda bamboo, berbekal keuletan dan pengalaman melihat sepeda bambu di youtube. Sujawro, kemudian membuat sepeda balap untuk dipakai sendiri.

Sepeda bambu balap warna biru, merupakan karya pertama. Setelah diunggah di media social, banyak yang melirik dan minta dibuatkan.
Sepeda bambu karya Sujarwo, ini diberi nama bamboobike svargalhoka, tipe dan jenis seperti mtb, fixie dam road bike atau sepeda balap.

Proses pembuatan secara manual. sebelum dirakit bahan baku dijemur terlebih dahulu. Merakit hingga finishing satu unit sepeda bambu membutuhkan waktu tujuh sampai 10 hari.

Proses yang paling rumit memasang kabel rem. Pasalnya, kabel rem harus dimasukkan ke dalam kerangka bamboo. Harga sepeda bambu in bervariasi. Ada yang Rp 3 juta, Rp 5 juta, Rp 6 juta, Rp 8 juta hingga Rp 10 juta.

Saat ini, sepeda bambu karya Sujarwo, sudah mulai dilirik dan diminati. Bahkan, sudah ada warga yang pesan lima unit sepeda bambu karya Sujarwo. (bashoir/stv)