Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pengusaha restoran atau rumah makan besar dihimbau untuk tidak menggunakan LPG 3 kilogram yang diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu. Hal ini, dikarenakan banyak ditemukan penjualan LPG 3 kilogram yang tidak tepat sasaran, lantaran masih banyak rumah makan yang menggunakan LPG bersubsidi. Sehingga jatah untuk masyarakat kurang mampu jadi terganggu.

Di tengah situasi pandemi covid-19 saat ini, masih banyak ditemukan penjualan LPG 3 kilogram kategori bersubsidi untuk masyarakat kurang mampu yang tidak tepat sasaran. Seperti restauran atau rumah makan besar yang tetap menggunakan LPG bersubsidi. Sehingga, kuota LPG 3 kilogram untuk orang miskin jadi terganggu. Karena itu, pertamina menghimbau kepada pegusaha restauran maupun rumah makan besar untuk tidak menyalahgunakan memakai LPG bersubsidi ini. Disamping itu, pihak restauran dihimbau untuk menggunakan LPG non subsidi seperti bright gas berwarna merah muda yang diperuntukkan khusus masyarakat mampu.

Executive GM Pertamina Regional Jatimbalinus, CD Sasongko, mengatakan,
dengan adanya himbauan ini, diharapkan dapat dipatuhi para pengusaha restauran atau rumah makan besar di seluruh Indonesia. Sehingga, kuota LPG bersubsidi untuk masyarakat kurang mampu tak terganggu dan tidak mengalami kelangkaan di pasaran. (agung/stv)