Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Tak disangka, perputaran uang di Surabaya setiap hari sekitar Rp 11 triliun. Karena itu, dalam kondisi apapun pebisnis di kota ini harus siap dan tidak boleh pasrah pada keadaan serta harus bisa merubah mental.

Penegasan itu dikemukakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, saat menutup Pameran Inapro Expo di Grand City Surabaya Minggu (12/11). Karena itu, tak berlebihan jika selama empat hari pelaksanaan pameran ini menghadirkan lebih dari 2.000 buyer dan transaksi offline mencapai Rp 960.980.000.

Disamping itu, transaksi online masih berjalan hingga akhir tahun. Risma, mengapresiasi, pelaksanaan pameran ini dalam masa pandemi dengan tetap menjaga protokol demi bergeraknya ekonomi khususnya di Surabaya.

Berbagai acara menarik juga cukup meramaikan dan memberikan banyak edukasi kepada pengunjung selama empat hari pameran berlangsung. Terdapat berbagai acara talkshow yang di hadiri oleh banyak pembicara menarik seperti Azrul Ananda, Arumi Bachin, Sandiaga Uno dan masih banyak lagi yang membahas mengenai kreatifitas, berbagai edukasi mengenai berbagai produk, digital
marketing dan juga mengenai kiat-kiat berbisnis yang didukung oleh Asosiasi binaan Kadin & UKM Jawa Timur dan E – commerce serta digital platform.

Wali Kota Tri Rismaharini, mengungkapkan, terima kasih dan syukurnya terhadap keberanian penyelenggara untuk melakukan gebrakan demi pemulihan ekonomi setelah pandemi. “This is the first success exhibition during pandemic in Surabaya,” ucap Risma. Dengan bangga ia mengatakan, jika produk-produk di Surabaya sudah memiliki market sendiri di luar negri sehingga sudah seharusnya kita bangga dengan produk lokal hasil dari para pelaku usaha.

Rasa terima kasih dan syukur juga diungkapkan Ketua Kadin Surabaya, Ali
Affandi. “Saya terimakasih untuk kesempatan yang diberikan Kadin Jatim
dalam menjadikan Kadin Surabaya sebagai penyelenggara pameran,” katanya.

Ia berharap, pameran ini menjadi pemulihan ekonomi di Jatim khususnya
Surabaya. Ali Affandi, mengatakan, pameran yang digelar Kadin Jatim dengan
mengusung tema “Bangga Buatan Indonesia” tersebut menjadi momentum kebangkitan ekonomi Jatim dan Surabaya. Perhelatan ini juga menjadi angin segar bagi UMKM karena diberi kesempatan
untuk kembali memamerkan dan menjual produk mereka setelah sekian lama vakum.

“Ini adalah langkah strategis Kadin Jatim untuk kembali menggerakkan ekonomi, memberikan nafas kepada pengusaha khususnya UMKM yang hampir setahun tidak bisa menjual produk mereka,” tegas Andi, panggilan akrab Ali Affandi.

Dengan ditutupnya acara ini juga memberikan harapan besar pada pelaksanaan selanjutnya yang akan menghadirkan konsep-konsep terbaru untuk tetap memulihkan ekonomi khususnya Jatim melalui sinegri yang terus dilakukan oleh pemerintah, pelaku usaha secara terus menerus. (bw)