Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Guru besar Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Prof Dr Udisubakti Ciptomulyono, jadi korban pembegalan saat gowes di kawasan Kenjeran Park. Akibatnya, hp dan tas pinggangnya dirampas dan dibawa kabur pelaku.

Kasus pembegalan guru besar ITS Surabaya, Udisubakti Ciptomulyono, ini terjadi pada Rabu (18/11) pagi. Saat itu, guru besar di Fakultas Manajemen Bisnis dan Teknik Industri ITS itu sedang gowes atau bersepeda sendirian di kawasan Kenjeran Park. Dia pun sempat foto selfi di depan gerbang Kenpark. Saat tengah istirahat dan hendak mengirimkan foto hasil selfinya, tiba-tiba HP-nya dirampas seorang pengendara motor dan langsung kabur.

Prof Udisubakti, mengungkapkan, peristiwa tersebut melalui akun media sosialnya. Dia minta semua teman serta keluarga untuk berhati-hati jika ada pesan yang minta sesuatu via nomor yang mengatasnamakan dirinya. Karena, bisa jadi orang itu yang merampas hpnya. Usai kejadian itu, Udisubakti langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Kenjeran.

Kapolsek Kenjeran, Kompol Esthi Setija Oetami, membenarkan ada laporan dari dosen ITS terkait tindak perampasan HP dan tas di kawasan Kenpark. Polisi pun langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengumpulkan informasi dari sejumlah saksi.

Hingga saat ini, kasus perampasan HP dan tas milik guru besar ITS ini masih dalam penyelidikan polisi. Sementara itu, korban Udisubakti belum bisa dikonfirmasi terkait kasus tersebut. (stady/stv)