Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Sebaran kasus Covid di Kabupaten Banyuwangi terus meluas. Terbaru, Pengadilan Negeri Banyuwangi terpaksa lockdown setelah salah satu hakimnya positif Covid, Kamis (19/11) pagi. Layanan sidang ditutup. Tak ada aktivitas pengunjung.

Penutupan pengadilan ini ditandai dengan pemasangan poster di gerbang masuk. Isinya, pengadilan ditutup sementara untuk menghindari sebaran Covid-19. Akibat penutupan ini, kantor di Jalan Adi Sucipto yang biasanya ramai ini mendadak sepi.

“Mulai hari ini pengadilan ditutup sementara. Menghindari sebaran Covid,” kata Iwan Setiawan, salah satu petugas keamanan Pengadilan Negeri Banyuwangi. Pria ini tak merinci, petugas mana yang terpapar Covid di kantornya, sehingga harus dilakukan penutupan.

“Kita pasangi poster pengumuman. Sehingga, pengunjung tahu jika akan berkunjung ke pengadilan,” tegas Iwan. Penutupan ini rencananya diberlakukan hingga, Senin (23/11). Namun, tetap melihat perkembangan kondisi di Pengadilan.

Sementara itu,  Ketuas Satgas Gugus Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, dr. Widji Lestariono membenarkan penutupan kantor Pengadilan Negeri Banyuwangi. Menurutnya, ada salah satu karyawan Pengadilan yang positif Covid.

“Ada satu Hakim yang positif. Selanjutnya, kita lakukan tracing, hasilnya yang lainnya negatif,” kata pejabat yang akrab dipanggil Rio ini. Menurut Rio, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit bawaan. Yang bersangkutan, lanjut Rio, melakukan isolasi mandiri ri rumah. Terkait lockdown di Pengadilan, lanjut Rio, pihaknya tak berwenang melakukan penutupan.

“Itu wewenang Pengadilan,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi ini. Meski negitu, kata dia, Pengadilan langsung melaporkan ke Gugus Tugas Covid ketika mendapati karyawannya positif Covid. Begitu mendapat laporan, pihaknya langsung melakukan tracing mulai, Rabu (18/11) hingga Kamis (19/11).

Terkait kemunculan kluster baru ini, Rio menegaskan, pihaknya tidak pernah kendur menjaga kewaspadaan penyebaran Covid. Salah satunya, tetap menggalakan budaya 3M (memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan).

Pihaknya berharap, angka penyebaran Covid harian tidak bertambah lagi. Hingga hari ini, jumlah pasien Covid di Banyuwangi yang meninggal sudah tembus 191 orang. Terbaru, dua petugas medis meninggal akibat Covid. (wir)