Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Jelang pencoblosan pilbup, KPUD Banyuwangi mulai menyasar kawasan terpencil untuk melakukan sosialisasi. Targetnya, warga di daerah pinggiran bisa mengetahui jadwal pemungutan suara.

Lalu, menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketika ke tempat pemungutan suara (TPS). Sehingga, tidak ada kluster baru penyebaran Covid akibat pilkada. Sosialisasi ke kawasan terpencil ini menjadi salah satu agenda khusus KPUD.

Harapannya, tidak ada warga yang tercecer mendapatkan informasi jadwal pemungutan suara. “Sosialisasi kita pilih di daerah kaki Gunung Ijen, masuk wilayah Kecamatan Licin. Lokasinya cukup terpencil,” Komisioner KPU Banyuwangi, Dian Purnawan, Kamis (19/11) siang.

Selain memastikan warga mengetahui jadwal pemungutan suara, lanjut Dian, sosialisasi ini untuk mengetahui lokasi distribusi logistik Pilbup. Sehingga, ketika dilakukan distribusi, bisa berjalan lancar.

“Kalau kita sudah tahu dulu kondisi lapangan, proses distribusi kita atur sesuai kondisi, sehingga tidak ada hambatan di jalan,” jelasnya. Pihaknya mencotohkan daerah Kayangan yang dijadikan lokasi sosialisasi. Kondisi jalannya sulit dilalui kendaraan.

Sehingga, pihaknya akan mencarikan alternatif untuk pengangkutan logistik pilkada. Tak kalah penting, kata dia, tetap dengan protokol kesehatan Covid. Selain menyasar daerah terpencil, jajaran KPUD, mulai PPK hingga PPS diterjunkan melakukan sosialisasi pilkada.

Seperti dengan mobil keliling dan pembagian brosus di lokasi strategis. Targetnya, masyarakat bisa mengetahui jadwal pencoblosan. Selanjutnya, akan berpartisipasi datang ke TPS. Pihaknya juga melibatkan Relawan Demokrasi menyasar berbagai kalangan.

Mulai keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, disabilitas, kaum marginal, komunitas internet, forum keagamaan, kaum perempuan hingga komunitas lainnya. Partisipasi pemilih pada pilkada ini ditargetkan naik 77,5 persen. Angka ini sesuai dengan target dari KPU Pusat. (wir)