Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini, menjadi keynote speaker bertajuk persiapan rumah sakit/RS Surabaya dalam era kebiasaan baru. Acara yang diselenggarakan perhimpunan rumah sakit seluruh Indonesia, persi ini diikuti 60 direktur rumah sakit se-Surabaya.

Dari rumah dinasnya, Wali Kota Risma, mengawali topik dengan menceritakan bagaimana kisah menekan angka kasus Covid-19 di kota Pahlawan. Mulai dari cara penanganannya, kendala hingga akhirnya wabah global dapat dikendalikan sampai seperti sekarang ini.
Wali kota Risma mengatakan, kualitas sumber daya manusia yang dimiliki sangat luar biasa. Seperti tenaga medis yang ada di Surabaya, tidak kalah dengan yang dimiliki di negara lain. Buktinya, Pemerintah Kota Surabaya bersama dengan persi, Ikatan Dokter Indonesia/IDI cabang Surabaya, serta seluruh rumah sakit dapat mengatasi, menekan dan mengendalikan angka penyebaran COVID-19.

Karena itu, Wali Kota Risma, meminta ke depan agar kualitas manajemen semakin ditingkatkan. Terutama meningkatkan kinerja dan efektivitas. Sehingga, diharapkan industri rumah sakit dapat semakin maju di Surabaya.
Menurut dia, industri rumah sakit memiliki komponen yang sangat kompleks. Terdiri dari industri apotek, obat-obatan, laboratorium, penginapan, transportasi serta restoran. Makanya, Presiden UCLG ASPAC ini pun menegaskan bahwa meningkatkan kinerja dan manajemen sangat penting dilakukan. Namun, untuk menjamin kualitas juga dinilai penting. Karena itu, dibutuhkan evaluasi.

Di kesempatan yang sama, ia kembali menekankan agar bersama-sama semakin kuat dan meningkatkan manajemen serta pengelolaan rumah sakit. Dengan harapan, potensi yang dimiliki dapat dikelola dengan baik di kota sendiri. Sehingga, membawa dampak yang positif yakni peningkatan ekonomi terhadap suatu kota atau daerah. (stady/stv)