Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Wabah corona memukul sendi kehidupan. Tak pandang bulu, apakah itu perusahaan swasta nasional maupun yayasan yang mengelola panti asuhan.
Misalnya, Yayasan Dompet Amanah Umat/DAU, yang mengelola panti asuhan di kawasan Mangkurejo 6 Kwangsan Lor Sedati Sidoarjo.

“Terus terang, ada 4.000 donatur yang peduli terhadap panti asuhan yang dikelola DAU. Tetapi, sejak corona merebak jumlahnya turun 30 persen,” kata CEO LAZ DAU, Iqbal Farabi Anas, A.Md. Fis Kepada¬†bisnissurabaya.com di Sidoarjo Sabtu (14/11) kemarin.

Yayasan DAU yang didirikan ayahnya H Agus Sumartono (alm), dan Riana Wuryaningsih, yang juga ibunya itu berdiri sejak 2002. Yayasan DAU, kata dia, fokus pada lima program. Yakni, ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan dan dakwah.

Sejak berdiri, panti asuhan ini membina 30 anak yatim dhuafa atau fakir miskin. “Sejak berdiri, panti asuhan ini sudah meluluskan 500 alumni. Bahkan, yang dulu menjadi penghuni panti asuhan kini menjadi donatur tetap. Alhamdulillah,” kata Iqbal, yang menggantikan ayahnya sejak awal 2020 ini.

Dalam operasional panti asuhan, kata dia, selain mengandalkan donatur juga ada unit usaha DAU yang sudah mulai jalan. Sehingga apabila ada kekurangan dana, unit usaha Istiqomah Aqiqah inilah yang mensubsidi beaya operasional panti asuhan.

Selama Pandemi covid-19, Yayasan DAU melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Misalnya, menyediakan tempat cuci tangan berikut sabunnya di halaman depan kantor, mewajibkan karyawan kantor dan anak panti asuhan memakai masker dan menjaga jarak.

Hal ini, menurut dia, semata-mata membantu pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19. (bw)