Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Program Listrik Untuk Sang Naga di Kabupaten Banyuwangi meraih penghargaan di ajang Indonesian CSR Awards (ICA) 2020. Listrik Untuk Sang Naga merupakan program elektrifikasi masif terhadap sektor pertanian untuk mengembangkan dan meningkatkan produktivitas buah naga di Banyuwangi. Dalam ajang ICA 2020, CSR PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur yakni Listrik Untuk Sang Naga raih kategori platinum untuk kategori Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat. Penyerahan penghargaan dilakukan di Jakarta, 6 November 2020.

General Manager PLN UID Jawa Timur Nyoman S Astawa menyampaikan kebanggaannya karena sejumlah program Bina Lingkungan PLN UID Jatim tberhasil meraih penghargaan Platinum. Salah satunya program Listrik Untuk Sang Naga di Banyuwangi. “Platinum Award ini semakin memacu semangat kami untuk terus hadir di tengah-tengah masyarakat Banyuwangi. Tidak hanya untuk memberikan layanan kelistrikan yang andal, namun juga turut memberikan
dukungan terhadap upaya pemberdayaan masyarakat dan pencapaian program-program pembangunan daerah,” ujar Nyoman, Jumat (13/11) siang.

Indonesian CSR Awards (ICA) 2020 merupakan penghargaan tahunan di bidang CSR yang diselenggarakan Corporate Forum for Community Development (CFCD) dengan Badan Standardisasi Nasional dan Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. Acara ini digelar untuk menilai dampak, keberhasilan dan keberlanjutan program CSR kepada penerima manfaat.

Nyoman, menjelaskan, Listrik Untuk Sang Naga merupakan program elektrifikasi masif terhadap sektor pertanian sebagai bentuk kepedulian PLN untuk mengembangkan dan meningkatkan produktivitas buah naga di Banyuwangi. “Bentuk kepedulian ini berawal dari sosialisasi dan edukasi induksi pembungaan/penyinaran kepada petani di wilayah Kabupaten Banyuwangi, standarisasi K2K3 dan IML pada kebun buah naga sehingga tanaman dapat berbunga dan berbuah secara optimal,” kata dia.

PLN pun menginisiasi integrasi sektor pertanian dan pariwisata petik buah naga dengan melibatkan stakeholder terkait serta memberikan promo kemudahan bagi petani buah naga. Mulai dari diskon pasang baru, diskon tambah data, tarif khusus penyambungan sementara, jemput bola registrasi, konsultasi teknis IML, pembayaran dengan cicilan dan lainnya. “Hingga 2020 terdapat 3.659 hektar ladang buah naga berlistrik yang produksinya mencapai 944.022 Ton serta menyerap tenaga kerja sebanyak 9720 orang,” jelasnya. Program ini juga memberikan dampak yang besar bagi petani buah naga. Salah satunya yang diungkapkan salah seorang petani buah naga, Husnul Ibad.

“Sebelum memakai lampu, penghasilan untuk 3/4 Hektar hanya mencapai Rp 150 juta tapi sekarang bisa berbunga di luar musim sehingga pendapatan bisa sekitar Rp 500 juta per tahunnya,” ungkap Husnul. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyampaikan apresiasinya kepada PLN, karena inovasi yang telah disebarkan ke masyarakat telah membawa dampak yang besar bagi petani di Banyuwangi.

“Listrik telah terbukti meningkatkan produktivitas buah naga dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Harapan kami, semoga inovasi kelistrikan tidak hanya diimplementasikan untuk buah naga, namun juga terus disebarkan untuk sektor-sektor pertanian yang lain,” tandas Anas. (wir)