Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Polisi meringkus komplotan pembuat dan pengedar uang palsu di wilayah Jawa Timur/Jatim dan Jawa Barat/Jabar. Tak tangung-tanggung, polisi mengamankan barang bukti uang palsu siap edar Rp 10 miliar.

Komplotan pelaku pembuat dan pengedar uang palsu diringkus polisi. Mereka adalah inisial SWD (53 tahun) warga Griya Permata Merie Kranggan – Mojokerto, UMW (34 tahun) warga Jalan Bukit Palma Blok C4 no 5 Surabaya, SYF (41 tahun) warga Jalan Cakraningrat no.16 Kaliwungu Jombang, SUG warga Jl. Mangga Besar IV-S Tamansari Jakarta Barat, NSTM (62 tahun) warga Jalan Kapuk Rawa Gabus Cengkareng Jakarta Barat, HRDS warga Jalan Taman Pinang Indah Blok G no.18 Tangerang. Bersama para tersangka, polisi berhasil mengamankan uang palsu pecahan Rp 100.000, sebanyak Rp 9.569.000.000 dari hasil yang dicetak sebesar Rp 10 miliar, termasuk yang belum dipotong sebanyak Rp 6.693.000.000. Selain itu, polisi juga mengamankan satu perangkat komputer dan mesin cetak, mesin pengering, dan almari pengering.

Wakil Deputi Bank Indonesia Jatim, Imam Subarkah, mengatakan, rupiah adalah simbol negara Indonesia. Kalau memalsukan rupiah sama dengan melecehkan simbol negara. Bank Indonesia juga menghimbau kepada masyarakat agar senatiasa berhati-hati dan teliti dalam bertransaksi menggunakan uang. Hal yang paling mudah dilakukan masyarakat untuk mendeteksi uang tersebut palsu atau tidak dengan cara diraba, dilihat dan diterawang.

Waka Polrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo, menuturkan, komplotan pemalsu uang ini lengkap. Yakni, ada yang mendanai, mencetak dan mengedarkan. Anggota komplotan ini tersebar di berbagai tempat di Jatim seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang dan Ngawi. Bahkan, ada di Jabar, yang telah berhasil mencetak uang palsu sebanyak Rp 10 miliar.

Sementara itu, Sugiono, salah satu tersangka yang berperan pembuat uang palsu mengatakan uang sekitar Rp 10 miliar tersebut dicetak dalam jangka waktu 2,5 bulan. Rencananya, uang palsu tersebut akan diedarkan dengan cara memasukkan kedalam mesin ATM bank dan ada juga yang dibelanjakan. Namun, belum ada yang berhasil.

Atas tindakan membuat dan mengedarkan uang palsu tersebut, para tersangka di jerat pasal 37 Jo pasal 27 UU RI no. 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (farid/stv)