Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sejumlah Rumah Sakit rujukan mulai memanfaatkan kecanggihan teknologi. Terutama RS yang menangani pasien positif covid-19 mendapat prioritas dari pemerintah daerah untuk mengoperasikan robot guna membantu tenaga kesehatan/nakes dalam perawatan pasien positif.

Pengoperasian robot ini bisa ditebak untuk menghindari bertambah banyaknya perawat maupun dokter yang bertugas khusus menangani pasien positif. Yang teranyar,
di Rumah Sakit Islam Surabaya, mulai mengoperasionalkan dua robot raisa buatan ITS dan Universitas Airlangga.

Diharapkan, robot ini, bisa membantu nakes untuk meminimalisir kontak langsung dengan pasien corona, sehingga dapat mencegah resiko terpapar virus ini.

Robot senilai Rp 200 juta bantuan dari Pertamina ini diuji cobakan di lobby rumah sakit dan ruang tunggu pasien. Ada dua jenis Robot Raisa yang nantinya dioperasikan.

Yakni, Robot Raisa versi ruang HCU dan ICU. Keduanya, dilengkapi multimedia untuk komunikasi dengan pasien covid. Kehadiran dua robot Raisa ini untuk membantu nakes dalam menangani pasien corona. Robot Raisa ini akan membawa berbagai perlengkapan yang diperlukan pasien. Seperti, obat-obatan, makanan hingga pakaian. Hal ini untuk meminimalisir kontak langsung antara nakes dengan pasien covid. Sehingga, bisa mencegah resiko penularan.

Direktur RSI Surabaya, dr Samsul Arifin, mengatakan, sampai saat ini sudah banyak nakes di rumah sakit milik NU ini yang terpapar covid-19. Setidaknya, ada 70 nakes yang terinfeksi. “Peran Robot Raisa sangat besar bagi rumah sakit ini, karena dapat mengurangi frekuensi kontak nakes dengan pasien covid,” kata dr Samsul di Surabaya Rabu (11/11).

Hingga saat ini, tercatat sekitar 750 pasien covid-19 yang telah dirawat di RSI. Pasien yang sembuh 500 orang dan meninggal dunia 160 pasien. (bw)