Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Masa pandemi, proses pemungutan suara Pilkada dibuat beda. KPUD Banyuwangi, Jawa Timur mendatangkan alat pelindung diri (APD) untuk petugas pemungutan suara, Kamis (12/11) pagi. APD didatangkan lebih awal untuk memastikan protokol kesehatan para penyelenggara pilkada.

APD yang datang mulai dari masker, face shield, hand sanitizer dan botol semprot. Nantinya, seluruh APD digelontor ke seluruh tempat pemungutan suara (TPS). “Total TPS ada 3.745. Masing-masing TPS ada 7 KPPS dan 2 petugas keamanan. Seluruhnya mendapatkan jatah APD yang dipakai ketika pencoblosan,” kata Devisi Teknis Penyelenggaraan KPUD Banyuwangi, Ari Mustofa.

Menurut dia, pengadaan APD ini sesuai dengan Peraturan KPU No.13 tahun 2020. Isinya, mengatur protokol kesehatan selama penyelenggaraan pilkada. “Salah satu implementasinya, seluruh petugas KPPS wajib menggunakan APD ketika pemungutan suara,” tegasnya.

APD, kata dia, akan didistribusikan ke seluruh TPS sehari menjelang pencoblosan. Pengadaan APD ini, imbuh Ari, mengantisipasi penyebaran Covid-19 saat proses pemungutan suara. APD yang didatangkan KPUD disimpan di gudang khusus.

Sebelum didistribusikan, seluruh APD dikemas untuk masing-masing TPS. “Jadi, ini amanat regulasi. APD wajib dipakai selama proses pemungutan suara. Jadwal pilkada 9 Desember juga amanat regulasi, sebelumnya 23 Desember,” tegasnya.

Selain APD, KPUD mulai mendatangkan perangkat pencoblosan. Seperti, kantong plastik untuk tempat sampah, tinta dan kotak suara. KPUD, lanjut Ari, sedang menunggu penyelesaian pembuatan kertas suara yang dicetak di Bali. “Tinggal cetak akhir, nanti segera dikirim. Setelah itu, proses pelipatan dan distribusi,” pungkasnya. (wir)