Banyuwangi (bisnissurabaya.com)Polresta Banyuwangi tak ingin kecolongan  mengamankan jalannya pilkada, 9 Desember mendatang. Memastikan pencoblosan menerapkan standar 3 M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan), Kapolresta Banyuwangi melihat langsung proses persiapan logistik pilkada di gudang KPUD Banyuwangi, Kamis (12/11) siang. Yang menjadi perhatian, APD yang akan dipakai dalam pemungutan suara.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin mengatakan pihaknya sejak awal ingin memastikan penyelenggaraan pilkada mematuhi protokol kesehatan (prokes). “Jadi, kami ingin ikut mengawal bagaimana pemungutan suara pilkda menerapkan 3 M. Ini kami lihat KPUD sudah mendatangkan APD untuk penyelenggara pilkada,” kata Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Banyuwangi ini.

Menurut Kapolresta, pilkada di masa pandemi sudah diatur dengan protokol tersendiri. Sebab, jangan sampai memicu kluster baru penyebaran Covid. Misalnya, seluruh petugas pemungutan suara wajib menggunakan APD lengkap. Seperti, face shield, sarung tangan, masker dan menjaga jarak antar petugas.

Lalu, setiap pengunjung TPS harus melalui pemeriksaan suhu badan. Dan, setelah mencoblos, pemilih tidak mencelupkan tangannya ke tinta. Namun, ditetesi tinta oleh petugas pemungutan suara. “Yang khusus lagi, jika ada calon pemilih yang suhu badannya di atas 37 derajat, harus ditempatkan di ruangan khusus,” jelas Kapolresta. Para pemilih juga wajib cuci tangan sebelum masuk ke TPS.

Terkait logistik APD, lanjut Kapolresta, pihaknya mengapresiasi KPUD yang bergerak cepat menyiapkannya. Pihaknya berharap, pilkada tetap berjalan lancar meski di tengah pandemi. “Nantinya, ada petugas khusus yang memakai baju hasmat,” tegasnya.

Terkait pengamanan, pihaknya menempatkan personel di gudang KPUD, mulai kedatangan logistik hingga pengiriman ke seluruh TPS. Pengamanan ini untuk memastikan distribusi logistik pilkada tiba di tempat tujuan dengan utuh. Dan, memastikan proses pemungutan suara tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. (wir)