Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kasus sengketa tanah di Jalan Bulu Jaya Kelurahan Lontar Surabaya berjalan alot, hingga belasan tahun. Dua bidang tanah milik Arif Syaifudin, alias Ipong, diserobot sebuah yayasan keagamaan. Ipong, berharap, tanahnya bisa kembali dengan melakukan upaya hukum dan pengukuran ulang BPN. Sayangnya, pengukuran ulang BPN ini batal dilakukan.

Tanah persil 97 seluas 16.000 meter persegi dan persil 400 meter persegi tersebut kini telah dibangun sebuah gedung yang masih dalam proses pembangunan dan diklaim Ongko Tikdoyo. Sengketa tanah ini, sudah berlangsung belasan tahun.

Pihak ahli waris, keluarga Ipong sudah melakukan upaya hukum di PN Surabaya dan sudah inkrah dengan Ipong sebagai hak miliknya. Sedianya, Rabu (11/11) pihak BPN Surabaya akan melakukan pengukuran ulang di tanah sengketa tersebut, dengan disaksikan petugas dari Mabes Polri dan Polda Jatim. “Sayangnya, pengukuran ulang ini batal dilakukan karena tidak ada kesepahaman antara dua belah pihak,” kata Kuasa Hukum Ahli Waris Pemilik Tanah, Achmad Hayyi.

Pihak ahli waris pemilik tanah, Ipong, berharap, tanah warisan yang telah dibangun gedung tersebut kembali menjadi haknya. Pihaknya, juga akan terus melakukan upaya agar dua bidang tanah ini, menjadi haknya karena hingga kini dirinya yang membayar pajak tanah. Sementara itu, pihak yayasan keagamaan yang terlibat sengketa tanah ini belum bisa dikonfirmasi. (irwanda/stv)