Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Pandemi masih berlangsung. Mengantisipasi munculnya kluster baru di penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, jajaran Polsek KP3 Tanjungwangi, Banyuwangi rutin menggelar sosialisasi masker. Targetnya, tidak ada penyebaran Covid di kawasan penyeberangan.

Sosialisasi dilakukan polisi di pintu masuk Pelabuhan Ketapang. Setiap pengendara diperiksa. Lalu, diberikan pemahaman pentingnya menjaga protokol kesehatan.

Salah satunya, selalu pakai masker ketika bepergian. “Ini sifatnya sosialisasi dan imbauan. Setiap pengendara yang akan masuk pelabuhan kita cek surat-suratnya. Lalu, diberikan pehamanan protokol Covid. Salah satunya, pakai makser,” kata Kapolsek KP3 Tanjungwangi Iptu Sudarso, Kamis (12/11) siang.

Perwira ini menjelaskan, sosialisasi masker sudah diberlakukan sejak lama, ketika pandemi Covid-19 muncul. Hingga beberapa bulan pandemi, pihaknya tetap memberikan imbauan tentang protokol Covid ke calon penumpang kapal.

Menurut Sudarso, kegiatan ini juga bagian dari operasi yustisi, penegakan disiplin bagi masyarakat. Tujuannya, memutus rantai penyebaran Covid. “Jadi, setiap masyarakat yang masuk ke pelabuhan wajib bermasker. Mereka juga diimbau menjaga jarak ketika di atas kapal,” tegas pejabat yang lama bertugas di satuan intel Polresta ini.

Selain pakai masker, para penumpang kapal diarahkan cuci tangan ketika hendak meninggalkan ruangan kapal. Harapannya, masyarakat bisa terhindar dari kontak langsung penyebaran Covid selama penyeberangan. Sudarso, menambahkan, operasi yustisi ini akan terus dilakukan selama pandemi masih berlangsung.

Menurut dia, kawasan pelabuhan cukup rawan terjadinya penularan Covid. Sebab, menjadi pertemuan masyarakat dari berbagai arah. Setiap hari, masyarakat hilir mudik melalui penyeberangan yang menghubungkan Jawa dan Bali ini.

Kini, kata dia, operasi yustisi lebih memudahkan petugas. Sebab, tidak menganggu aktivitas loket pelabuhan. Sejak dua bulan terakhir, Pelabuhan Ketapang menerapkan sistem tiket online.

Sehingga, calon penumpan tidak antre membeli tiket di loket. “Jadi, begitu masuk langsung menunjukkan aplikasi. Ini memudahkan kami melakukan operasi yustisi tanpa menganggu aktivitas di depan loket,” pungkasnya. (wir)