Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Di era new normal ini, semua harus hidup dengan kebiasaan baru. Yakni, berdampingan dengan corona. Karena itulah, diperlukan kepatuhan dalam melaksanakan protokol kesehatan. Yakni, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak atau yang biasa disebut 3 M. Seiring dengan itu, kegiatan di masyarakat yang semula dilarang mulai diperbolehkan. Diantaranya, melaksanakan pernikahan maupun sunatan masal.

Misalnya, di Baitul Mal Masjid Assakiinah Putra Bangsa di kawasan Arief Rahman Hakim Surabaya, awal November ini melaksanakan bulan bhakti sosial. Yakni, sunatan masal setiap Rabu dan Kamis, donor darah, pengobatan non medis secara Islam, pemeriksaan kesehatan gratis meliputi tes darah, asam urat, kolesterol, gula darah, rapid test dan memberi obat secara gratis.

‘’Bhakti sosial ini, untuk masyarakat sekitar masjid,’’ kata Manager Masjid Assakiinah Putra Bangsa, Drs H Anas Bayasud, MM., MBA kepada bisnissurabaya.com, disela-sela sunatan masal di Masjid Assakiinah Putra Bangsa Surabaya Rabu (11/11) pagi.

Sunatan masal yang digelar setiap Rabu dan Kamis selama November ini, menurut dia, mengikuti anjuran pemerintah dengan melaksanakan protocol kesehatan dengan ketat. Sebelum memasuki ruang operasi, sekitar 10 anak berusia antara 5 – 12 tahun ini harus melalui pemeriksaan suhu badan dengan alat thermo gun.

‘’Suhu badan harus dibawah 38 derajad. Kalau ada keluarga anak yang mengikuti sunatan masal suhu badannya diatas 38 derajad, tidak diperkenan memasuki areal masjid. Karena suhu badan merupakan indikator awal kesehatan,’’ kilahnya.

Setelah diperiksa suhu badan, peserta sunatan beserta keluarga yang mengantarkannya kemudian masuk dalam bilik disinfektan. Setelah itu diwajibkan cuci tangan dengan sabun dan wajib menjaga jarak. Kewajiban protocol kesehatan ini juga dilaksanakan ketika melaksanakan sholat Jum’at.

Setelah melewati kewajiban melaksanakan protocol kesehatan, menurut Anas, peserta sunat masal memasuki ruang operasi untuk sunat. Baik dr Rifat Bahasuan, yang melaksanakan penyunatan dengan laser, maupun anak yang disunat dan pengantar semuanya menggunakan masker.

‘’Dalam proses operasi, pasien yang disunat tidak mengeluarkan darah,’’ ujarnya. Dia berharap adanya donatur yang siap memback-up bulan bhakti sosial ini. Mari beribadah dengan menjadi donatur untuk kegiatan siar agama Islam termasuk sunatan masal,’’ tambah Anas, sambil menjelaskan setiap peserta setelah disunat mendapat bingkisan. (bw)