Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak para pelaku wisata tetap berkomitmen mengembangkan pariwisata berkelanjutan di Banyuwangi. Menurutnya, pariwisata berbasis alam menjadi salah satu modal utama pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Masa pandemi, pengembangan pariwisata tetap mematuhi protokol kesehatan/prokes.

 Anas menjelaskan pembangunan pariwisata Banyuwangi harus tetap mengedepankan pariwisata berbasis alam. Menurutnya, pariwisata berbasis alam menjadi solusi pembangunan daerah.

“Ditambah dengan kreativitas dari warga, eco tourism yang diusung Banyuwangi. Selama ini terbukti mampu menjadikannya sebagai tujuan wisata nasional. Kunjungan wisatawan meningkat tajam selama delapan tahun terakhir. Ini harus kita jaga dengan baik,” kata Bupati Anas, disela penanaman cemara udang di kawasan wisata Bangsring Underwater di Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Selasa (10/11) siang.

Anas menambahkan, pariwisata alam diprediksi akan menjadi pilihan utama para pelancong pasca-pandemi Covid 19. Salah satu alasannya, alam memiliki resiko rendah terhadap kesehatan.

“Perjalanan ke pantai dan tujuan wisata alam lebih disukai, sebagai cara menghindari keramaian dan memenuhi kebutuhan untuk beristirahat dan relaksasi. Wisata alam juga memberikan dampak kebugaran. Syarat lainnya, protokol kesehatan Covid tetap harus dijalankan dengan baik,” pungkas Bupati dua periode ini.

Sementara itu, pengelola Bangsring Underwater Ikhwan Arief sepakat dengan Bupati Anas. Sempat tutup tiga bulan, kini Bangsring Underwater mulai ramai dikunjungi wisatawan. “Ini sebenarnya tak lepas dari upaya kami  menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat beroperasi. Pemkab telah mensyaratkan bagi seluruh pelaku wisata dan seni membuka usahanya harus mendapatkan sertifikat kelaikan protokol kesehatan dari satgas covid daerah,” jelasnya.

Menurut dia, sertifikat tersebut memberikan dampak baik bagi usaha wisata di tengah pandemi. Sebab, sertifikasi memberikan kepastian dan kenyamanan bagi pengunjung. Pihaknya juga menerapkan standar kebersihan lebih pada peralatan dibanding sebelum pandemi.

Misalnya, peralatan snorkeling yang dulu dibersihkan hanya setelah dipakai pengunjung, kini di new normal dibersihkan dua kali. “Kalau sekarang, sebelum dipakai pengunjung kita cuci dan bersihkan dulu peralatan selamnya, baru kita berikan. Setelah dipakai, kita bersihkan kembali. Jadi dua kali dibersihkan,” jelasnya.. Tak hanya itu, saat hari tutup, semua peralatan dicuci dan dibersihkan kembali. (wir)