Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Seorang ibu muda dan bayinya tercatat sebagai pasien sembuh ke- 3.003 di Rumah Sakit Lapangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II. Rumah Sakit Darurat di Jalan Indrapura Surabaya yang beroperasi sejak awal bulan juni lalu itu hingga kini masih merawat 66 pasien Covid-19 kategori sedang dan tanpa gejala.

Rumah Sakit Lapangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II, di Jalan Indrapura Surabaya yang sejak juni lalu dioperasikan sebagai rumah sakit darurat untuk pasien virus corona (Covid-19), telah menyembuhkan 3.003 pasien. Tiga diantaranya, yang pada Minggu, 8 November diperbolehkan pulang adalah seorang ibu muda berusia 26 tahun, Enggar Dwi Puspitasari bersama suaminya, Erlangga Raditya Eka Putra, serta anak bayinya yang berusia 16 bulan Ilana Titania Raditya. Ketiganya, dinyatakan sembuh setelah 11 hari menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Surabaya.

Keluarga kecil warga Jojoran Surabaya itu, bersama dua pasien sembuh lainnya dilepas dengan suka cita dengan tradisi Jawa “tumpengan” bersama para relawan Covid-19 dan petugas kesehatan Rumah Sakit Darurat Surabaya.

Dokter RS Darurat Surabaya, dr Tanri Hadinata Wiranegara, mengatakan, selama di sini, keberhasilan (menyembuhkan 3.003 pasien), pertama dari segala aspek baik dari structural maupun nonstructural sampai jajaran semuanya, di mana kami betul betul integrasi dalam merawat pasien kami memberikan semampu kami dan sebaik kami. Di mana kami betul betul memberikan perawatan untuk aspek imun yang terutama, dengan kenyamanan pasien, keamanan pasien, serta gizi dan olahraga berkala untuk peningkatan imun pasien.

Imbauannya tetap semangat, tetap bahagia, gak usah terlalu mikirin yang di luar, yang penting sembuh dulu. Setelah ini mau makan mie instan karena selama di sini makanannya bergizi sekali. Kadang ayam penuh daging besar-besar. Jadinya kangen makan yang gituan (mie instan).

Saat ini, tersisa 66 pasien Covid-19 yang masih dirawat di Rumah Sakit Darurat Surabaya. Mereka adalah pasien Covid-19 dengan kategori sedang serta tanpa gejala. (farid/stv)