Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Terobosan Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono, dan DPR RI sepakat akan membangun waduk untuk penanganan banjir jangka panjang. Hal itu ia ungkapkan saat meninjau lokasi terdampak banjir tiga desa di Kecamatan Tanggulangin. Yakni, di Desa Kedungbanteng, Banjarsari dan Banjarpanji.

“Solusi jangka panjangnya kita harus membuat waduk tampungan resapan air. Karena begitu air di hulu itu sudah penuh, kita urai ke beberapa waduk,” kata Pj Bupati Hudiyono, saat di Desa Kedungbanteng didampingi anggota DPR RI Rahmat Muhajirin, dan Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Iswan Nusi dan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Emir Firdaus, Minggu (8/11).

Waduk itu nanti bisa berfungsi untuk penyimpanan air sementara, dan dibuang ke laut. Atau waduk itu akan buat sebagai tempat wisata. “Nah….., ini jangka panjang. Dan kita butuh komunikasi yang efektif antara Forkopimda, eksekutif, legislatif,” tambah pria yang akrab disapa Cak Hud itu.

Anggota DPR RI Rahmat Muhajirin, menambahkan, banjir terjadi di dua desa tersebut sudah lama dikeluhkan warga dan pihaknya memang mengusulkan agar dibangun Dam untuk mengatasi secara permanen. “Usul kami langsung direspon Pj bupati dengan membangun waduk, kami sangat mendukung langkah pemkab mengatasi segera masalah banjir ini,” katanya.

Menurut dia, pihaknya selaku anggota DPR RI dari dapil Surabaya-Sidoarjo siap membantu pemkab untuk mencarikan bantuan dana dari pemerintah pusat untuk pembangunan di Sidoarjo. “Kami akan teruskan proposal bantuan dari pemkab ke Fraksi Gerindra guna disampaikan ke komisi dan departemen yang terkait,” tegasnya.

Adapun untuk pembangunan waduk, lanjut Cak Hud, pihaknya akan melibatkan tenaga ahli dalam pembangunannya nanti. Ia sendiri menargetkan rencana pembangunan sudah bisa direalisasikan dalam waktu 2 tahun ini.

“Ini kan waduk jangka panjang. Nah…, ini nanti kita ada rapat persiapan. Dan kita akan melibatkan tim ahli ini. Karena tim ahli ini secara teknis dan perencanaan yang mendesak bisa kita realisasikan,” ujar Rahmat.

“Kalau target jangka panjang kita bisa 2 tahun. Artinya kita butuh komunikasi dahulu,” imbuh Cak Hud. Sedangkan, untuk jangka pendek penanganan banjir di Sidoarjo, ia mengungkapkan, akan melakukan normalisasi sungai. Sebab, dari hasil sidak ke lokasi banjir diketahui bahwa aliran air di sungai memang tidak normal karena banyaknya bangunan di bantaran sungai dan sampah yang menumpuk.
“Dalam waktu dekat adalah normalisasi sungai. Itu kita minta peran semuanya. Karena ini tidak bisa peran dari pemerintah saja. Tapi ada peran masyarakat, kita edukasi jangan membuang sampah sembarangan. Jangan membangun bangunan di bibir sungai itu. Dan itu sudah setuju masyarakat,” jelas Cak Hud.

Dia melanjutkan, dalam jangka pendek Pemkab Sidoarjo akan memaksimalkan fungsi pompa air yang telah ada. Bahkan, ia mengaku akan mengajukan bantuan ke Pemprov Jatim untuk minta tambahan pompa air yang lebih besar agar bisa maksimal dalam normalisasi.
“Kami cek pompa-pompa memang kecil dan kami akan minta bantuan ke provinsi untuk minta bantuan pompa yang lebih besar. Agar ada tekanan yang luar biasa dari normalisasi dari hilir sampai utara,” tutur Cak Hud. (rin)