Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Ada resep sehat ala Chef Ken, di Tengah Pandemi. Brand Ambassador PT Helmigs Prima Sejahtera/HPS, yang memiliki nama lengkap Ken Kurniawan Sutanto, ini memberi tip ringan disaat wabah corona merebak. Selain harus selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dengan 3 M (mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak) tentunya dengan hidup sehat dan makanan yang juga sehat.

MasterChef Indonesia, ini memberi nasehat kepada arek-arek Suroboyo, Gresik dan Sidoarjo untuk tidak sering-sering makan gorengan. ‘’Sebab, gorengan yang banyak dijual di pinggir jalan sangat tidak baik untuk dikonsumsi,’’ kata Chef Ken, yang pernah menjabat General Manager/GM di salah satu restaurant ternama di Surabaya kepada bisnissurabaya.com di kantor PT HPS Sidoarjo, Kamis (5/11).

Menurut Ken, tahu, pisang, singkong, ubi, ote-ote dan tempe benjes, yang banyak dijual di pinggir jalan sangat tidak layak untuk dikonsumsi. Alasannya, karena pedagang gorengan tidak memperhatikan kesehatan.

‘’Saya sering lihat pedagang gorengan di pinggir jalan maupun pasar tidak memperhatikan kesehatan. Sebab, tahu, tempe, pisang digoreng dengan minyak goreng yang telah dipakai berkali-kali,’’ kilah Ken. Padahal, minyak goreng itu idealnya dipakai untuk satu sampai tiga kali kemudian dibuang.

Jadi, kata dia, tidak boleh dipakai berkali-kali. Apalagi, sering saya melihat pedagang gorengan menggunakan minyak goreng sampai terlihat minyak gorengnya berwarna hitam. Karena itu, sebaiknya masyarakat menghindari membeli gorengan agar terhindar dari penyakit kolesterol.

Selain itu, menurut Ken, di tengah pandemic covid-19 konsumen harus pandai-pandai melihat apakah pedagang gorengan menerapkan protocol kesehatan 3 M atau tidak. ‘’Kalau pedagang gorengan tidak memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, lebih baik dihindari saja,’’ ujarnya.

Alasannya sangat sederhana. Di tengah wabah corona ini semua pedagang harus menjaga kebersihan termasuk menerapkan protocol kesehatan 3 M. Minimal, kalau pedagang menggunakan masker, dapat menjadi contoh bagi pedagang lainnya. (bw)