Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Komisi C DPRD Sidoarjo berencana meninjau lokasi banjir di Kecamatan Tanggulangin untuk merumuskan solusi atas permasalahan. Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Anang Siswandoko, di Sidoarjo Rabu (4/11) kemarin.

Menurut dia, agenda tersebut dijadwalkan pada minggu depan. Selain terjun lapangan, dia mengaku akan menggelar hearing dengan beberapa pihak terkait. “Permasalahan ini sudah terjadi beberapa kali. Tapi kenapa tidak pernah selesai. Tiap hujan banjir. Besok Rabu kami akan kesana untuk mengetahui kondisi lapangan sebenarnya kenapa banjir selalu terjadi,” jelas Anang.

Ia menambahkan, terjun lapangan tersebut sangat diperlukan agar menghasilkan rekomendasi yang solutif. Sebab permasalahan tersebut sebenarnya sudah menjadi tema pembahasan sejak awal tahun kemarin.

“Dan sekarang terulang lagi. Padahal anggaran pencegahan penanganan banjir tiap tahun itu ada. Kami ingin ada langkah konkrit dalam menyelesaikan ini,” paparnya. Disisi lain, sejak pompa dari pemerintah diaktifkan, Selasa (3/11) ketinggian air sudah mulai turun. Hal itu diungkapkan Sekretaris Desa Kedungbanteng, Rochman.

 “Ada penurunan ketinggian air di Kedungbanteng. Mungkin sekitar 10 cm,” ujarnya. Sekedar diketahui, banjir yang terjadi di Kecamatan Tanggulangin tersebut melanda tiga desa. Desa Kedungbanteng, Banjarasri, dan Banjarpanji. Namun, khusus di Desa Banjarpanji, air hanya menggenangi jalan desa saja.

Sedangkan untuk kawasan Desa Kedungbanteng dan Banjarasri, setidaknya ada 606 rumah yang terendam banjir. Saat ini, setidaknya ada empat pompa air yang aktif untuk mengurangi ketinggia air di kawasan tersebut. Pompa tersebut tersebar di dua titik. Pertama di kistdam 2 Banjarpanji dengan tiga pompa air, kemudian di blok jembatan besi Kedungbanteng dengan satu pompa air. (rin)