Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Jagat hukum di Surabaya meradang. Pasalnya, Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini, dilaporkan oleh Pengacara Abdul Malik,S.H., ke polisi terkait ungkapan dan penyebutan Eri Cahyadi, itu anak saya. Pelaporan itu tentu saja memantik reaksi para advokat yang selama ini merasakan keberhasilan kinerja wali kota perempuan pertama di Surabaya ini. Puluhan advokat langsung bereaksi bergabung membentuk wadah Advokat Anak -Anak Risma, untuk melakukan upaya pembelaan hukum.

Advokat yang bergabung dalam wadah solidaritas tersebut antara lain, Rio Dedy Hermawan, SH, Rohmad Amrullah, SH, Tomuan S Hutagaol, SH, Adi Kuswanto, SH, Rully Agus Khristian, SH, Anthony J Ratag, SH, Baso Juherman, SH, Arif Budi Santoso, SH, Moestar Arifin, SH, Bagus Andri, SH, Nanang Sutrisno, SH, Sri Sudarti, SH, Mianto, SH, Rihantoro Bayu Aji, SH, Eubius Purwadi, SH, Roosmarty Fattah, SH, Irsyadul Ibad, SH, M Musa Kodari, SH, dan lain – lain.

Juru bicara Advokat Anak-anak Risma, Rio Dedy Heryawan, SH, mengatakan, Risma, menyebut Eri Cahyadi, sebagai anak hanyalah bentuk kiasan kearifan lokal.

“Itu kata kiasan. Karena Eri Cahyadi, memang dididik langsung Ibu Risma. Hal ini sama dengan Bu Risma menyebutkan bahwa seluruh anak di Surabaya ini adalah anaknya,” kata Rio, kepada bisnissurabaya.com, di Surabaya Rabu (4/11).

Rio mencontohkan, seorang guru yang mengajar di kelas. Mereka kerap memanggil muridnya dengan sebutan anak. “Seharusnya, pelapor harus memahami terlebih dahulu kearifan lokal di Surabaya,” jelas Rio.

Selain itu, menurut dia, laporan itu menyalahi aturan atau salah alamat. Hal tersebut seharusnya dilaporkan ke Bawaslu. Sebab, saat ini masih tahapan Pemilu.

“Kami menganggap laporan itu prematur, dan mengada-ada. Harusnya disampaikan dulu kepada Bawaslu,” tambah Rio. Tidak hanya itu, Rio mengatakan, pihaknya masih akan terus menggalang advokat lain untuk bergabung dalam wadah yang baru saja dibentuk. Mereka akan melakukan pembelaan serta pendampingan kepada Risma.

“Kami sebagai anak-anak Bu Risma, siap mendukung dan pendampingan dalam proses hukum, khusus terkait laporan rekan sejawat kita di Polda Jatim,” lanjut Rio. (nanang)