Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Ada kemudahan buat masyarakat dan fakir miskin untuk memiliki rumah di tengah pandemi covid-19. Yakni, membeli rumah tanpa bunga, tanpa bank dan tanpa Kredit Kepemilikan Rumah/KPR. Bahkan, fakir miskin pun dapat memiliki rumah tanpa harus membayar sama sekali.

Penegasan itu dikemukakan CEO PT Broker Bisnis Internasional/BBI, Maxmillian Wienardi, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Rabu (4/11) siang. ‘’Saya ada program satu juta rumah untuk fakir miskin,’’ kata Maxmillian Wienardi, yang akrab disapa MaxWin ini. PT BBI yang merupakan developer bisnis antiriba ini mulai memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia sejak tuga bulan lalu.

Maxmillian Wienardi. (foto/bw)

Selain itu, kata dia, program perumahan tanpa bunga, tanpa bank dan tanpa KPR mendapat respon positif dari masyarakat. Demikian juga, dengan  program pendampingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah/UMKM dengan konsep 1.5.10. ‘’Jujur saja, konsep ini sudah tawarkan kepada 66 bupati/walikota di seluruh Indonesia. Tetapi yang merespon postif ada delapan bupati/kota,’’ ujarnya.

MaxWin, kemudian membandingkan antara developer konvensional dengan developer Property Maxwin untuk kepemilikan rumah masyarakat umum. Misalnya, harga property/rumah Rp 150 juta. Dengan kredit 12 persen /tahun asumsi 8 tahun 4 bulan dengan cicilan 1 persen/bulan, menjadi Rp 1,5 juta. Setalh 100 bulan, masyarakat yang membeli rumah tetap dengan harga Rp 150 juta.

Sedangkan bila membeli rumah melalui developer konvensional, harus membayar down payment/DP 30 persen (Rp 45 juta) ditambah harus membayar cicilan Rp 2.143.750 per bulan. Sehingga setelah 100 bulan atau 8 tahun 4 bulan total yang harus dibayarkan konsumen untuk membeli rumah Rp 255 juta.

Karena PT BBI memiliki tiga program unggulan yang bagus, MaxWin mengatakan, banyak calon bupati/wali kota dan wakil bupati/wali kota maupun calon gubernur dan wakil gubernur yang mengajak kerja sama untuk dijadikan program unggulan guna menarik simpatisan warga. Misalnya, cabup/cawabup di Kabupaten Supiori, Sorong Selatan dan Manukwari melakukan kerja sama dengan PT BBI.

Misalnya, Paslon Kabupaten Supiori Papua Jakobus Kawer, Sp – Salomo Rumbekwan, S. Sos., MA, mewakilkan Yanes Manggombrab, untuk datang menemui MaxWin di Surabaya. ‘’Saya datang ke Surabaya mewakili Cabup Jakobus, untuk melakukan kerja sama tiga program dari PT BBI,’’ kata Yanes.

Menurut MaxWin, kehadiran BBI tidak untuk bekerjasama dengan dana APBD, tetapi pihaknya melakukan kerja sama dengan sejumlah developer yang tersebar di seluruh Indonesia. Intinya, di tengah pandemic covid-19 ini, BBI lebih mengutamakan membantu fakir miskin dan masyarakat yang memiliki gaji dibawah UMR untuk memiliki rumah tanpa harus memikirkan uang muka dan bunga. (bw)