Bojonegoro, (bisnissurabaya.com) – Jembatan kayu sepanjang 20 meter yang menghubungkan Dusun Tlawah dengan Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, ambruk dan hanyut terbawa arus banjir bandang yang menerjang desa setempat semalam.

Hanyutnya jembatan ini, mengakibatkan 200 kepala keluarga yang tinggal di seberang jembatan kini terisolasi. Mereka tak dapat keluar desa. Sebab, belum ada jalur alternatif lain selain harus jalan kaki melewati arus sungai yang deras.

Jembatan yang ambruk dan hanyut terbawa arus sungai ini, merupakan jembatan utama yang menghubungkan desa panjang menuju Dusun Tlawah, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Jembatan yang terbuat dari rangka kayu dan batang bambu ini, lenyap akibat diterjang arus sungai, saat terjadi banjir bandang yang melanda wilayah setempat. Derasnya arus air, membuat hampir seluruh rangka dan material jembatan hilang nyaris tak tersisa tersapu air.

Lenyapnya, jembatan ini membuat aktifitas warga Dusun Tlawah yang tinggal di seberang jembatan lumpuh total. Warga terisolasi. Sebab, tak ada akses alternatif lain untuk beraktifitas keluar maupun masuk desa.

Untuk dapat beraktifitas, beberapa warga nekat menyeberangi sungai dengan cara jalan kaki. Namun, karena arus sangat deras mereka yang nekat melintas/ terpaksa harus kembali ke bibir sungai. Warga khawatir arus yang deras, dapat membahayakan keselamatan diri maupun jiwa mereka jika tetap nekat melintasi sungai.

Edi Purnomo, warga setempat, mengaku banjir bandang menerjang desa mereka, tengah malam tadi usai hujan deras yang berlangsung sejak minggu sore. Adapun jembatan yang hanyut ini, diketahui terjadi sekitar pukul satu dini hari tadi saat sungai sedang meluap.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bojonegoro, Yudi Hendro Kartono, mengatakan, pasca kejadian, pemerintah desa setempat bersama petugas dari BPBD Kabupaten Bojonegoro, langsung mendatangi lokasi. Berdasarkan hasil pantauan, diketahui panjang jembatan yang hanyut ini berbahan kayu dan bambu dengan diameter panjang sekitar 20 meter dan lebar rata-rata satu setengah meter. (mulyanto/stv)