Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Wabah corona yang berkepanjangan membuat derita salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah/UMKM ini. Salah satunya, Mang Dudung, pedagang kerupuk yang biasa mangkal di pasar tradisional Wonokitri Kelurahan Sawunggaling Surabaya sangat merasakan dampak covid-19 terhadap dagangannya.

Amang, yang kelahiran Ciamis Jawa Barat/Jabar 48 tahun lalu itu sudah bekerja di pabrik kerupuk sejak 1993 di Jalan Karangan Surabaya. ‘’Saat itu, saya bekerja sebagai buruh di pabrik kerupuk,’’ kata Mang Dudung, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Selasa (3/11). Setelah bekerja di pabrik kerupuk, Amang, kemudian berjualan kerupuk dan menjajakan dagangan dengan ngetem di pasar dan keliling keluar masuk kampung sejak 1998.

Pagi itu, sekitar pukul 05.30 WIB, Mang Dudung, sudah ngetem di Pasar Wonokitri dengan menyandarkan sepeda motor dengan dua keranjang bambu di belakangnya. Jauh sebelum wabah corona datang, Amang, yang memiliki istri bernama Euis, ini sehari mampu menjual 2.000 kerupuk.

‘’Satu hari, saya dapat mengantongi keuntungan Rp 100.000,’’ kata bapak satu anak ini. Namun, begitu badai corona datang sejak Maret lalu, satu per satu pelanggannya dari catering mulai berhenti membeli kerupuk. ‘’Bagaimana tidak berhenti, wong catering yang biasa melayani hotel. Sementara, hotelnya sendiri banyak yang tutup,’’ kilahnya sedih.

Tidak hanya pelanggan catering yang memutuskan berhenti untuk membeli kerupuk, ibu-ibu yang menjadi pelanggannya yang biasa ke Pasar Wonokitri pun jumlah juga menurun. ‘’Kalau dulu saya bisa menjual 2.000 kerupuk per-hari saat ini kerupuk dengan jumlah yang sama baru habis dua hingga tiga hari,’’ ujarnya.

Secara otomatis, kata Dudung, keuntungan yang didapat pun terjun bebas hingga 50 persen lebih. Meski sebagai pedagang kerupuk yang biasa ngetem di pasar, Amang Dudung, bisa dijadikan contoh bagi pedagang lainnya. Sebab, dia selalu menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker ketika berjualan di pasar.

Alasannya, menurut dia, dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak seperti yang dikampanyekan pemerintah diyakini dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19. Diakhir pembicaraannya, Dudung, menghimbau masyarakat agar rajin menerapkan protocol kesehatan. Dengan begitu, diharapkan wabah corona ini segera berakhir dan kehidupan menjadi normal kembali. (bw)